Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Wednesday, December 18, 2019

REPUTASI BAIK DAN KEAHLIAN ITU WAJIB!

reputasi dan kepercayaan itu ya, asas fundamental dari bisnis.

nah, di jaman media sosial (medsos) begini, jika anda mau jualan lewat medsos, jangan baru buat akun langsung jualan. ingat! anda belom dikenal orang, belom ada reputasi, belom ada orang yang memberi testimoni positif tentang anda.

yang ada, anda akan dianggap sebagai spammer jika posting barang terus.

jadi baiknya, diawal bisnis anda, mulailah dengan membuat konten-konten yang bermanfaat, yang tentunya harus ada hubungan dengan barang atau jasa yang akan dijual.

selain konten yang berguna, anda juga baiknya meriset secara singkat tipe calon konsumen anda. riset ini bisa dilakukan dari data yang didapat dari respon terhadap konten anda.

oh ya, tiap media sosial itu ada gaya dan lingkup pemakai sendiri lho, jadi tidak bisa dipukul rata.

facebook itu isinya kebanyakan orang diatas 20 tahun (per 2019), instagram isinya remaja dan dewasa tanggung, linkedin isinya profesional yang biasanya berusia diatas 20 tahun dan seterusnya.

pembangunan reputasi bisa dimulai misalnya anda membuat ulasa, atau tutorial atau demonstrasi dari barang/jasa yang akan anda jual. lakukanlah dalam rentang waktu 6-12 bulan. lakukanlah dengan konsisten! dan buat postingan di waktu-waktu dimana banyak orang lagi online.

dengan adanya reputasi, orang akan lebih mudah untuk membeli barang/jasa dari anda, apalagi kalo anda memang ahli di bidang usaha terkait.

di dunia bisnis yang penuh saingan dan berubah sangat cepat, keahlian saja tidak cukup, reputasi aja juga nggak cukup. anda butuh keduanya!

jadilah seorang ahli yang beneran ahli dan bereputasi bagus.

semoga bermanfaat.

*tulisan ini diolah dari bacaan-bacaan dan pengalaman saya sendiri

DATA-DATA PENTING UNTUK PROSES PENGIRIMAN PAKET

distribusi barang itu perkara yg amat penting dalam bisnis.
yg harus pertama kali dipahami oleh penyalur barang adalah sifat dasar manusia yg ingin segera mendapat barang yg ia pesan.

tapi itu mustahil (ya untuk saat ini), kecuali si pembeli datang langsung.

nah, di jaman e-commerce / ekonomi digital begini, masalah distribusi ini titik fokusnya ada di agen pengiriman barang.

jadi untuk mengkompromikan antara keinginan untuk segera sampainya barang dan kemampuan agen pengiriman, dibutuhkan data.

data-data yg dibutuhkan antara lain:

1. ongkos kirim

2. performa agen beberapa tahun kebelakang dan saat ini

3. relativitas kinerja agen di beberapa daerah tertentu

4. kepekaan terhadap komplain

5. kemudahan administrasi

6. jarak kantor agen dan lokas pengirim barang

7. cara penentuan ongkos kirim

8. ketepatan saat cek resi paket

9. ada bungkus pelindung tambahan yg diberikan agen atau tidak

10. jam operasional agen

ya memang beberapa poin diatas butuh waktu dan usaha yg lebih untuk dikuasai.

tapi jelas, kerja keras & cerdas tidak mengkhianati.

semoga bermanfaat.

SURVEI PASAR UNTUK BISNIS BUKU

untuk bikin pemasaran tepat sasaran, dibutuhkan data dari konsumen.
data-data yg dibutuhkan beragam rupa.

saya ambil contoh di pasaran buku, data-data yg dibutuhkan dari konsumen, contohnya:

1. tema buku yang lagi heboh di pasar

2. penulis yg lagi naik daun

3. orientasi cara pembayaran

4. orientasi cara pengiriman barang

5. waktu-waktu ramai transaksi

6. waktu-waktu sepi transaksi

7. jenis buku apa yg tidak disukai

8. media komunikasi apa yg jadi favorit untuk bertransaksi

9. pola pikir calon pembeli

10. cara apa yg biasanya efektif untuk closing

data-data diatas bisa didapat dengan pola kerja yg telaten dan sistematis.

saya sendiri selama 5 tahun jualan buku sudah punya database sendiri, setiap nomor yg kontak saya, sebisa mungkin saya simpan, dan diadakan komunikasi timbal balik di saat-saat yg pas.

sekarang masanya big data, yakni siapa yg kuasai data (pasar), dia yg kuasai ekonomi.

tidak harus jadi perusahaan besar untuk punya database pasar, mulailah dari yg kecil.

dengan kata lain, milikilah dulu data medan tempur, sebelum terjun bertempur.

semoga bermanfaat.

CARA JUALAN BUKU ONLINE

mau posting dagangan ada taktiknya sendiri.

sekarang kita bahas trik jual buku aja:

+ posting barang di jam yg kiranya orang banyak yg online, misalnya jam istirahat siang, setelah magrib sampe jam 10 malem 


+ posting barang di tempat umum kayak FB, IG, story WA per hari dikit aja, tapi kalo di grup WA atau telegram, bisa banyak

+ kalo yg nge-chat banyak, jawabnya datar aja, biar bincang-bincang nya cepet, nggak bertele-tele, dan semua dapat dilayani

+ kasih keterangan barang yg singkat, jelas, padat

+ foto bukunya nggak usah rame, fokuskan pada penampilan bukunya

+ selalu update jumlah stok barang

+ kalo ada "orang penting" yg beli, kasih bonus. rugi 1 transaksi nggak masalah kalo buntutnya untung terus

+ manfaatkan fitur fb ads dan google ads kalo mau jor-joran iklan

+ kalo mau foto isi, fokuskan pada daftar isi dan isi utama buku

+ jeli melihat buku yg lagi laku keras, yg jadi hot item


nah, tinggal praktek deh!

semoga bermanfaat.

Friday, December 13, 2019

SUPAYA DISUKAI SUPPLIER BARANG

1. bertanya seperlunya

2. bertanya dengan bahasa yang jelas, lugas dan dipahami kedua pihak

3. tidak merajuk

4. setoran utang sebelom jatuh tempo

5. tau waktu saat bertanya

6. tidak mengeluh

7. kalo ada masalah langsung laporan, jangan tunggu sampe masalah jadi besar

8. jaman sekarang sebelom telpon, bilang dulu kalo mau telpon

9. menjual barang sesuai kesepakatan

10. tidak menjelek-jelekkan dibelakang tapi bermanis muka didepan

11. kasih data lengkap barang, baik barang dan keterangan

12. bicara dikit aja, biar dia yg banyak ngoceh

13. jika chat, chat pelan-pelan aja, dia respon baru anda respon, jangan nafsuan

14. jika dia orang berada/penting, tarik perhatiannya dengan bonus khusus atau harga khusus. hal ini bisa menarik dia jadi langganan jangka panjang

15. biasanya, wanita lebih tertarik pada visual

16. jika anda ditelpon, bicaralah seperti teller bank, suara yg nyaman bisa menggaet hati

17. jangan umbar janji

18. segera selesaikan urusan keuangan, jangan bertele-tele

19. pakailah gaya bahasa yang to the point, alihkan perhatiannya supaya emosinya tidak ikut campur

20. beri perhatian khusus di hari-hari spesialnya

Tuesday, December 10, 2019

PONDASI POLA PIKIR PEBISNIS

jadilah seorang yg sangat ahli di suatu bidang, supaya bisa totalitas berkarya.

nggak semua bidang bisa dikuasai, realistis aja.

seorang yg sangat ahli, akan menonjol, jadi misalnya dia penjual buku, paham seluk beluk buku-buku yg ia jual, ia akan "keliatan". jadi orang-orang bakal beli ke dia,
apalagi jika ditunjang komunikasi yg mantap.
keseriusan melahirkan apresiasi dari pihak lain, dan apresiasi bisa mendatangkan uang.

sumber daya terbatas, jadi jangan nafsu semua mau dijual.

jual aja yang barangnya mudah didapat, harga jelas, stok jelas, supplier respon cepat, bisa dikirim cepat.

cerdas lah mengelola sumber daya, bisnis itu seperti perang, wajib ber-taktik.

pelan-pelan membangun, jitu melangkah.

usaha apapun, terutama dagang, beresiko rugi, gagal.

terjang terus, kalo gagal ya bangun lagi, gitu aja terus.

nggak ada orang sukses, nggak ada orang besar yg mulus jalan idupnya.

orang yg bangkit dan jadi lebih baik setelah gagal itulah yg sukses.

ujian itu jadikan sebagai ajang menempa diri.

usaha apapun di masa awalnya, haruslah membuat ciri khas. ciri khas yg membuat dia berbeda dari usaha yg lain, jadi menonjol. karena menonjol, jadi keliatan sama orang. itu bisa dimulai dari:

1. target pasar yg jelas

2. pelayanan yg cepat, info lengkap, ramah (relatif)

3. suplai barang jelas dan jangan ngincer untung besar dulu, tapi ngincer nambah pembeli, ekspos ke publik dan pembentukan basis langganan.

Monday, December 9, 2019

BISNIS SAMA ORANG ARAB


1. jangan buru-buru cabut pas menyapa/disapa orang

salaman sama orang arab itu suka lebih lama, jadi ya bawa santai aja. jelas lah, kalo salaman pake tangan kanan.

jangan ngotot mau salaman sama yg beda gender.

2. rasa saling percaya itu satu, kagak dipecah antara di kehidupan pribadi dan profesional

jadi, jaga dan bangun relasi di tiap saat.

orang arab lebih suka bisnis dengan orang yg udah dikenal luar dalem.

3. konsekuen dengan ucapan

orang arab lebih menghargai perjanjian dengan ucapan daripada yg tertulis. perjanjian tertulis biasanya cuma dianggep formalitas belaka.

jadi, hati-hati bicara. kalo kiranya kagak bisa menuhin janji, diem aja.

4. sabar aja pas mau ketemuan bisnis

ngaret itu budaya orang arab. ngeselin? wah jelas. tapi mau gimana lagi, itu budaya mereka.

kalo mau janjian sama mereka, jangan harap bakal tepat waktu, bakal sering kecewa. jadi, cepetin aja jadwalnya, biar bisa segera gerak.

oh ya, pembatalan mendadak karena ada masalah pribadi sering terjadi, dan itu dianggap biasa oleh mereka.

maklumi.

5. telaten ngurusin perjanjian bisnis

proses bisnis dengan orang arab itu biasanya kagak instan, ada beberapa fase sampe kata sepakat keluar. jadi, sabar dan telaten ngurusnya.

juga, jangan keseringan pake tekanan buat golin tujuan, seringkali malah mental perjanjian yg udah dibuat. mereka kagak suka ditekan.

6. sering-seringlah komunikasi tatap muka

komunikasi verbal lebih dihargai oleh mereka, dan komunikasi tatap muka adalah puncak.

7. kurangi ngomongin bisnis di acara yg bersifat kekeluargaan

di acara yg bersifat kekeluargaan, biasanya mereka mau santai, juga kenal dengan relasi lebih dalam.

8. ngobrol dengan bahasa sehari-hari

orang arab biasanya leih suka ngobrol dengan bahasa arab amiyyah, lebih akrab.

jangan ngotot bicarain bisnis disaat begitu. kalo tuan rumah yg mulai, baru tanggep.

oh ya, jamuan dari tuan rumah sebisa mungkin diterima. penolakan jamuan biasanya dianggep kagak sopan.

isi tulisan ini campuran, ada yg saduran, ada yg pengalaman pribadi.

Saturday, December 7, 2019

SUPAYA LULUS WAWANCARA KERJA

buat orang-orang yg seumuran dengan admin, tahun 2017-2020 mungkin jadi tahun-tahun untuk cari kerja. ini beberapa tips yg bisa ngelancarin proses wawancara kerja:

1. cari tau tentang calon tempat kerja, orang yg ngurus masalah perekrutan dan kesempatan kerja yg ada

sebelom terjun bertempur, siapkan dulu data seluk-beluk "musuh", supaya tau celah- celah yg kiranya bisa dipake buat ngelancarin misi.

cari tau seluk beluk calon tempat kerja lewat internet, kerabat, orang dalem dll.

2. paham pertanyaan pasaran

ada beberapa pertanyaan yg pasaran, selalu ditanya sama perekrut kepada calon pekerja. pahami pertanyaan-pertanyaan ini, biar kagak kepeleset. malu maluin kalo ditanyain pertanyaan pasaran aja udah kepeleset.

oh ya, cari tau juga saat diwawancara itu yg nanyain ada beberapa orang. beda jumlah penanya, beda taktik.

3. pake baju yg kiranya pas

kultur tiap tempat kerja itu beda-beda, jadi cari tau dulu kulturnya, terutama gaya berpakain yg umum disitu.

orang yg pake baju formal belom tentu dilirik, apalagi banyak usaha baru yg dibuat anak muda sekarang yg mereka itu carinya orang-orang bergaya riang gembira.

beda ladang, beda ilalang.

4. tepat waktu

dateng buat wawancara bagusnya tepat waktu, malah nunggu bentar kagak masalah. telat itu bikin pikiran kacau.

nih ya, banyak orang yg kebiasaanya telat, tapi pas mau kerjasama sama orang, dia tetep mau pas waktunya. realita di lapangan.

5. buat kesan pertama yg indah

mayoritas orang tu ya, nilai orang lain dari pandangan pertama. jarang-jarang ada yg mau mikir mendalam setiap ketemu orang baru.

bagusnya, berlaku ramah kepada tiap orang yg baru ditemui. banyak perekrut pekerja baru itu yg ngamatin tindak-tanduk si calon di luar ruang wawancara.

jadi, buatlah kesan pertama yg indah.

6. percaya diri, fokus, jelas dan kagak ngeledek mantan majikan

percaya diri, fokus, jelas itu jelas dibutuhkan saat wawancara, karena biasanya ya, kalo kagak ada 3 itu, orag bakal gemeteran, sakit perut ama pusing. buyar dah.

juga jangan ngeledekin mantan majikan pas wawancara. anda kagak tau, mungkin aja calon tempat kerja anda ada hubungan khusus dengan mantan majikan anda.

biasain jangan seleding orang biar diri sendiri naek.

7. perhatiin bahasa tubuh

ada orang yg ngomongnya kemana, tapi bahasa tubuhnya ceritain yg laen. yah, bahasa tubuh itu relatip di tiap tempat, jadi, sesuaikan saja.

tapi, ada bahasa yg menurut admin universal buat bikin orang yakin, yaitu: tatapan mata yg mantep, posisi duduk yg cocok, gaya bicara yg enak sama tangan yg kagak gatelan.

8. buat pertanyaan balik yg nancep

kadang pewawancara bikin pertanyaan yg buat si calon kepeleset. balikin tuh dengan yg lebih nancep.

kemungkinannya 2, anda ditolak mentah-mentah atau malah dikagumi dan langsung diterima.

pertanyaan yg nancep itu ya, biasanya dibuat sama orang yg udah cari-cari info. usaha ini biasanya dihargai sama pewawancara.

9. tampakkan diri anda sebagai pemecah masalah

suatu usaha itu cari orang baru yg bisa mecahin masalah, bukannya beban baru.

10. ucapkan terima kasih

ucapkanlah terima kasih kepada semua pihak yg terlibat. ucapan terima kasih itu pendek, tapi efeknya dahsyat.

BONUS:

ADA KONEKSI ORANG DALEM!

tulisan ini banyak dirubah dari aslinya sama saya, karena saya masukin pengalaman saya sendiri sebagai pemilik usaha.

sumber:

https://www.livecareer.com/career/advice/interview/job-interview-tips

Wednesday, December 4, 2019

KENAPA ORANG CINA BISNISNYA MANTEP?

ini dia tulisan ringkas tentang etos kerja orang cina:

1. tepat waktu

tepat waktu bagi orang cina sangat penting, bahkan dipandang sebagai suatu kebajikan.

mereka biasa datang tepat waktu, malah sering lebih awal. sikap ngaret bisa membuat mereka tersinggung.

2. fokus pada tujuan

dalam alam pikiran orang cina, kerja keras itu tak akan mengkhianati.

ada pepatah mereka yg begini: shìshàng wú nánshì. artinya kira-kira : tak ada yg mustahil buat orang yg ngotot.

mereka biasa untuk mengerahkan segala daya upaya untuk mencapai target, apapun bentuknya.

3. chi ku

kiranya arti yang pas dari kata diatas adalah: tahan banting dengan beban kerjaan. mereka biasa bekerja 2.000 - 2.200 jam dalam setahun.

bagi mereka, Chi Ku ini adalah jalan untuk mendapatkan penghormatan juga kenaikan pangkat.

4. sukses bagi mereka diraih dengan kerja keras & kerja cerdas, bukan karena keberuntungan belaka

sejak kecil, mereka sudah diajarkan bahwa sukses itu bisa diraih dengan kerja keras dan kerja cerdas, bukan karena keberuntungan belaka.

5. bekerja sesempurna mungkin; ini udah jelas banget.

6. bagi mereka, sifat malas itu tercela jelas juga.

7. kerja keras seiring juga kerja cerdas

karena bagi mereka target lebih penting dari proses, mereka sering membuat cara- cara baru untuk mencapai target.

sikap ini membuahkan kreatifitas. 


sekedar wawasan aja.

bahan tulisan ini berasal dari:

https://www.aiesec.in/7-important-things-can-learn-chinese-work-ethic

Wednesday, November 27, 2019

RINGKASAN BUKU RAHASIA SUKSES TOKO TIONGHOA (6) - BAGAIMANA ORANG TIONGHOA MENDAPATKAN MODAL?

Tanpa modal uang pun, membuka toko bisa dilakukan. Bahkan memungkinkan merintis toko dari nol sampai berkembang pesat. Apa modal utama membuka toko? Jawabannya singkat: modal keberanian, kepercayaan dan jaringan!

Membuka toko bisa diawali tanpa modal uang sama sekali. Untuk tempat misalnya, seorang pebisnis pemula pinjam dari saudaranya sebuah kios yang kosong tak terpakai. Kios itu dititipkan untuk dirawat, dibayar pajak tempatnya berikut biaya listriknya. Sedangkan untuk barang dagangan, dia kontak saudaranya lain yang sudah lama berdagang. Dia minta saudaranya itu menitipkan barang dagangan di kiosnya. Kalau barang terjual baru dibayar.

Contohnya, sebuah toko yang berpindah ke lokasi baru tidak memiliki modal uang. Barang dagangan yang lama tidak laku sehingga harus mengubah jenis barang dagangan.

Dengan modal kepercayaan dan jaringan, pemilik toko meminta bantuan saudaranya yang sudah lama membuka toko elektronik untuk mengundang salesman atau popular disebut verkoper ke tokonya.

Tentu saja, salesman tidak akan percaya begitu saja memberikan barang dagangan ke toko baru. Pasalnya, barang dagangan itu tidak dibayar tunai tetapi dibayar setelah satu bulan. Berkat bantuan saudaranya itu untuk menanggung atau mengganti kalau sampai barang dagangan yang dititipkan hilang atau dibawa kabur, salesman itu mau menitipkan barang dagangannya ke toko baru tersebut.

Setelah beberapa bulan, pemilik toko tidak lagi mencari salesman tetapi salesman yang datang ke tokonya berkat satu salesman yang saling menginformasikan kepada salesman lain.

Toko yang tidak memiliki banyak modal uang dapat menerapkan pembelian konsiyasi.

Sistem pembelian konsiyasi (laku baru bayar) ke pemasok merupakan alternatif yang terbaik. Kalau dicermati sebenarnya banyak showroom mobil bekas yang mengandalkan konsiyasi. “Ya udah titipkan aja mobilnya ke toko saya. Nanti saya jualkan”, begini pesan yang disampaikan pemilik showroom kepada calon penjual.

Kepercayaan menjadi landasan orang Tionghoa untuk bekerja sama. Kekurangan modal dapat ditutupi dengan bekerja sama antar teman atau saudara. Sebutannya adalah kongsi. Dalam membentuk relasi ini, mereka sangat mementingkan kecocokan. Kalau dari awal sudah merasa cocok atau ciong, mereka akan melangkah ke hubungan lebih dalam karena mereka memikirkan kelangsungan hubungan jangka panjang.

Contoh lain:

seorang pemilik kios onderdil meminta jaminan ke pemasok untuk mengganti penyangga kopling pelanggan yang rusak, meski barang itu sudah dipakai 3 bulan. Pemilik kemudian memberikan penyangga yang baru tanpa memungut biaya. Pelanggan merasa menjadi sahabat pemilik kios dan keduanya bahagia.

Meski pemilik tidak mendapat keuntungan karena pelanggan tidak membayar penyangga yang baru, namun pelanggan itu menjadi pelanggan setianya dan mengajak teman-temannya membeli ke kios tersebut.

Nilai-nilai Tionghoa dalam berbisnis:

• membuat pertemanan

• mengejar kebahagiaan

• mendapat keberuntungan

• mencapai kemakmuran

RINGKASAN BUKU RAHASIA SUKSES TOKO TIONGHOA (5) - SEMANGAT BISNIS ORANG TIONGHOA ITU LUAR BIASA.

Orang Tionghoa tidak pasrah begitu saja pada nasib. Baginya, kondisi hidup bisa berubah asal bekerja keras. Pertimbangannya sederhana: Mengapa harus berdiam diri di rumah kalau bisa membuka toko tanpa harus menutupnya? Ini bukan suatu paksaan tetapi semangat yang muncul dari dalam diri untuk membesarkan toko.

Semangat bisnis orang Tionghoa tetap menyala baik dalam situasi gagal maupun sukses.

Kegagalan akan disikapi positif dan tidak kemudian berputus asa. Yang dilakukan adalah mencari kemungkinan akar penyebabnya: Apakah mutu barang dagangannya jelek, harganya terlalu mahal, lokasinya tidak strategis, layanannya buruk, kalah bersaing dengan toko sejenis atau memang kondisi bisnis sedang lesu?

Yang terpenting mereka akan mencoba lagi dan memperbaiki kesalahannya dari pengalaman.

Orang Tionghoa tidak akan malas-malasan atau kemudian takabur di kala target sudah terpenuhi.

Misalnya saja dari jam buka toko, kalau baru buka dua jam saja sudah laris, tidak berarti kemudian tokonya tutup lebih awal. Dengan mengatur jam buka toko secara disiplin, pelanggan lainnya tetap bisa membeli sehingga tidak kecewa dan lantas berpindah ke toko lain.

Pemilik toko yang sukses sebenarnya bukanlah yang santai-santai menghitung uang, melainkan bekerja keras melebihi jam kerja karyawan.

Contohnya, seorang pemilik sebuah dealer sepeda motor sedari pukul 07.00 pagi sudah berada di tokonya untuk menyiapkan tokonya buka. Setelah tutup pukul 17.00, dia masih membawa berkas-berkas toko ke rumahnya untuk mengurus catatan-catatan penjualan toko, tagihan kredit, pembayaran, dan sebagainya. Tak jarang dia baru selesai berurusan dengn tokonya pada pukul 21.00.

Semangat bisnis Tionghoa bagaikan api yang menyala; membesarkan toko, menambah jumlahnya, dan masuk ke bisnis yang baru. Kalau sudah sukses, justru semangat bisnis mereka semakin berkobar untuk melakukan ekspansi. Kalau sudah memiliki satu toko, mereka menambah jumlah toko.

Kalau jumlahnya sudah banyak, peluang bisnis baru yang berbeda akan coba dimasuki.

Di Yogyakarta misalnya, banyak pemilik toko yang sudah sukses di kategori bisnis tertentu misalnya showroom mobil bekas, toko bakpia, toko jam selanjutnya merambah ke bisnis baru seperti properti.

Yang perlu diingat, pebisnis perlu fokus atau konsentrasi mengembangkan satu jenis toko lebih dulu supaya menjadi tulang punggung bisnis yang baru. Sebaliknya kalau gagal, harus dicari penyebabnya dan solusinya.

RINGKASAN BUKU RAHASIA SUKSES TOKO TIONGHOA (4) - BAGAIMANA KONSEP ATAU PANDANGAN ORANG TIONGHOA DALAM MEMILIH ATAU MENJALANKAN BISNIS?

Pertama, mereka sadar jika untuk menjadi besar harus memulai dari yang kecil.

Banyak pengusaha-pengusaha besar yang mengawali dari paling bawah. Perusahaan farmasi mengawali dari menjual obat dengan sepeda keliling, perusahaan batik memulai dari menjualnya di emperan, rumah makan diawali dengan gerobak dorong, dan sebagainya.

Di benak mereka, yang terpenting bisnis mampu mendatangkan keuntungan berkesinambungan atau keuntungan jangka panjang. Meskipun nilainya tipis, keuntungan atau cuan harus ada agar bisnis dapat hidup dan berkembang.

Agar bisa untung diperlukan ketajaman membaca peluang. Peluang bisnis di setiap perubahan, selalu dicermati. Misalnya selama satu minggu imlek, barang dagangannya disimpan dulu. Penggantinya, dia menjual semua barang-barang berbau Imlek mulai dari lampion merah, kotak angpau, boneka Cina dan berbagai aksesori lainnya. Menjelang akhir tahun, selama dua minggu, barang dagangannya berubah menjadi perlengkapan dan pernak-pernik natal dan tahun baru.

Orang Tionghoa akan berusaha memanfaatkan peluang sebaik mungkin asalkan tidak merugikan pihak lain. Misalnya sebuah showroom mobil bekas yang memiliki ruang pamernya luas dan berlokasi di pinggir jalan besar yang ramai, bagian ruangannya yang kosong di malam hari bisa untuk dijadikan rumah makan seafood bertenda. Pemasukan dari bisnis pun menjadi dua: dari jual beli mobil di siang hari dan seafood di malam hari.

Memaksimumkan keuntungan di saat musim puncak mudik lebaran. Pengelola sebuah agen travel jurusan Jakarta-Yogyakarta memakai armada bis. Pada hari-hari biasa diberangkatkan dua kali. Namun, menjelang dan selama musim mudik lebaran, penumpang travel naik sampai 3-4 kali lipat. Dia hanya memiliki 3 bis yaitu 2 bis untuk operasional dan 1 bis cadangan. Dia berusaha menyewa atau mencarter bis lain sehingga tidak ada calon penumpang yang ditolak.

Sebagai pebisnis, peluang bisnis tidak boleh dibiarkan lenyap begitu saja. Banyaknya apartemen-apartemen baru yang dibangun sebagai peluang bisnis. Seorang pemilik rumah makan melihat peluang bisnis katering dari banyaknya apartemen-apartemen yang dibangun di wilayahnya. Kalau satu tower apartemen dihuni 120 kepala keluarga (KK), kalau ada 4 tower maka sudah ada 480 KK. Jika 10%-nya saja berlangganan katering maka sudah ada 48 KK dikalikan harga katering per paket misalnya Rp 20.000 / hari sehingga dalam sehari bisa mendapatkan Rp 980.000.

Konsep bisnis orang Tionghoa berikutnya adalah membuat uang tunai menjadi produktif.

Uang hasil penjualan toko tidak boleh didiamkan atau menganggur begitu saja. Uang harus diputar secara produktif sehingga berkembang biak. Prioritas utama adalah mengubah uang menjadi barang dagangan yang laku keras. Mengapa? Kalau cepat laku, maka aliran uang segar juga masuk dengan cepat plus keuntungan. Barang dagangan yang perputarannya lambat akan dibeli dengan cermat setelah barang yang laku keras. Barang yang lambat perputarannya kadang dijual sedikit mahal untuk mengompensasi lamanya uang berdiam di barang. Sebaliknya, barang yang laku keras lebih mengharapkan perputaran uang, sehingga untung sedikit saja tidak masalah yang penting cepat kembali jadi uang. Mereka mengatur aliran uang (cash flow) dengan lihai.

Dalam berdagang, pebisnis harus siap bersaing. Sebuah toko sembako memiliki banyak pesaing yang gila-gilaan menawarkan harga lebih murah sehingga berujung perang harga.

Pelanggan tidak segan berpindah ke toko yang lebih murah. Caranya, dia berani menjual harga barang-barangnya lebih murah asalkan pelanggan membeli dalam jumlah atau omzet besar, bahkan dengan harga hampir sama dengan harga pokoknya.

Labanya pertama didapat dari keuntungan memakai uang lebih dulu, karena kalau beli dari pemasoknya kredit 1 bulan. Dia menjual ke pelanggannya dengan tunai keras (cash). Kedua, mengharapkan keuntungan dari pemasoknya berupa rabat bagi pengecer yang jumlah pesanannya banyak. Ketiga, keuntungan sampingan dari kardus-kardus pembungkus atau pengepakan bisa dijual ke pengumpul karton sehingga menghasilkan keuntungan sampingan. Melihat keuntungan dari sisi lain, bukan sekadar selisih harga jual dan harga kulakan tetapi keuntungan yang bisa diciptakan.

Visi pebisnis sejati adalah jangka panjang, bukan penjual yang mengeruk keuntungan sesaat. Perlu membangun kepercayaan (trust) untuk bisa bertahan dalam jangka panjang. Contohnya, seorang penjual mobil bekas selalu mencatat dan memfotokopi dokumen-dokumen kendaraan seperti STNK, BPKB, dan KTP pemilik lama dan disimpan selama 5 tahun. Pemiliknya tetap bertanggung jawab atas penjualan mobilnya dengan menjamin mobilnya bukan mobil curian. Jika di kemudian hari ada masalah surat kendaraan, demikian juga kalau pembeli menghilangkan surat kendaraan, penjual tetap bisa membantu.

Bisnis yang mendasarkan pada kepercayaan tidak mengejar keuntungan sesaat lalu melarikan diri. Itulah sebabnya, bisnis yang “tabrak lari” atau “hit and run” sangat tidak disarankan karena tidak akan membuat pembeli kembali yang kedua kalinya.

Dalam menjalankan bisnis, pengelola toko harus tahu bagaimana menempatkan dirinya. Pemilik-meskipun sebagai bos-tidak akan berperilaku layaknya bos di hadapan pelanggan. Dalam bisnis, yang bertindak sebagai bos adalah pelanggan. Pelangganlah yang membawa uang ke toko. Tidak ada pelanggan berarti kematian bagi suatu usaha. Itulah sebabnya hubungan dengan pelanggan adalah penting.

Pelanggan yang puas akan setia kembali ke toko. Untuk bisa memuaskan pelanggan, suatu toko harus berani memberikan layanan yang luar biasa atau layanan plus plus. Misalnya melayani pelanggan yang datang sebelum toko buka maupun setelah toko tutup. Sekali dilayani, mereka merasa dihargai dan sudah “ditolong”.

RINGKASAN BUKU RAHASIA SUKSES TOKO TIONGHOA (3) - MENGAPA MEMBUKA TOKO MENGUNTUNGKAN?

Membuka toko membuka lebar-lebar kesempatan untuk menjadi kaya. Pasalnya, penerimaan toko tidak terbatas dan semua jerih payah dari toko bisa dinikmati sendiri. Kalau toko sepi pun keuntungan masih cukup lebih dari sekadar untuk biaya hidup sehari-hari (kadang sebaliknya).

Keuntungan pertama dari sisi nilai uang. Nilai uang yang kita pegang tetap. Namun, kalau uang kita belikan barang dagangan, nilainya langsung bertambah. Katakanlah uang Rp5.000.000,00 kita belikan deterjen, sampo, sabun, minuman, rokok, makanan kecil, susu kaleng, dan sejenisnya lalu kita taruh di toko mini. Kalau kita ambil keuntungan 20% saja, nilai barang tadi sudah menjadi Rp6.000.000,00. Kalau belum genap satu bulan, semua barang tadi terjual habis maka uang kita sudah bertambah Rp1.000.000,00 per bulan atau 20% per bulan.

Contoh lain, uang Rp5.000.000,00 kita gunakan sebagai modal peralatan dan bahan masakan sebuah restoran. Kalau bahan makanan sebesar Rp5.000,00 bisa diolah menjadi makanan, misalnya nasi goreng dan laku Rp15.000,00 per porsi maka uang kita bertambah 200%.

Membuka toko memberikan keuntungan yang segera. Bandingkan dengan bunga bank yang saat buku ini ditulis berkisar 3% per tahun atau 0,25% per bulan. Sedangkan uang yang ditanam di toko bisa beranak pinak jauh lebih besar dan cepat dari bunga bank.

Keuntungan kedua, dengan membuka toko membebaskan kita dari dampak buruk inflasi atau kenaikan harga barang. Begitu harga barang naik, harga barang kita juga ikut naik.

Dengan memegang barang dagangan, nilai uang kita terselamatkan. Contohnya, toko emas yang tampak sepi bisa bertambah asetnya gara-gara kenaikan harga emas. Misalnya toko emas memiliki emas 5 kg. Pada akhir tahun 2004 harga 1 gram emas 24 karat Rp117.000,00. Pada tahun 2009 harga emas mencapai Rp364.000,00. Andai toko emas tadi tidak laku selama 5 tahun pun, nilai emasnya ikut naik 3 kali lebih.

Dengan bertoko, kita bisa mendapat uang lebih dulu dari pembeli. Bagaikan pinjaman tanpa bunga. Kalau toko kita memesan barang dagangan dari pemasok, membayarnya seringkali tidak cash tetapi kredit. Kalau kita bisa menjual barang dengan cepat, maka kita sudah memperoleh uang dari pembeli sebelum jatuh tempo. Di masa inilah kita bisa memanfaatkan uang tadi untuk membeli barang dagangan lain yang laku keras.

Membuka toko juga membuka peluang menjadi pebisnis papan atas. Bentuk-bentuk ritel baru seperti franchise atau waralaba bisa berkembang pesat dengan membuka cabang-cabang baru dengan keuntungan yang lebih besar. Uniknya lagi, pengelola toko tidak lagi sekadar menjual produk tetapi konsep bisnisnya. Misalnya di sebuah toko sepatu, semula pemilik toko menjual sepatu di tokonya, sekarang dia menjual “toko sepatunya”. Artinya, siapa yang tertarik membuka toko sepatu, dia akan uruskan dari segi pengelolaan, pengadaan barang, desain toko, dan semuanya.

Dilihat dari segi industri, toko atau ritel (sekarang trennya yang laku yang online) termasuk kategori industri yang selalu tumbuh. Kehadirannya selalu dibutuhkan oleh masyarakat, baik masyarakat kelas bawah maupun kelas sosial teratas sekalipun. Maklum, saat orang membutuhkan barang akan “lari” ke toko, bukan ke pabrik yang jauh dari rumahnya.

Bahkan di beberapa negara, ritel menjadi tumpuan ekonominya. Seperti Singapura yang menjadi surga belanja bagi pelancong-pelancong manca negara. Belum lagi ditambah wajah ritel-ritel terbaru berupa ritel maya atau online store seperti Amazon.com mampu mencuat sebagai toko kelas dunia.

Toko adalah “mesin uang” yang mampu mendatangkan keuntungan besar bagi pemiliknya.

RINGKASAN BUKU RAHASIA SUKSES TOKO TIONGHOA (2) - MENGAPA KEBANYAKAN ORANG TIONGHOA MEMBUKA TOKO? ITU JADI PERTANYAAN BANYAK ORANG

Hal yang paling unik dari orang Tionghoa di belahan-belahan dunia adalah pekerjaan mereka yang berdagang alias membuka toko.

Jenis tokonya pun beragam mulai dari toko kebutuhan sehari-hari, asesori, sampai toko besi. China town, sebuah sebutan untuk daerah perkotaan yang banyak dihuni oleh kaum Cina, bisa ditemukan di Singapura, Malaysia, Australia, New Zealand, Amerika Serikat, dll.

Ciri khas kehidupan orang Tionghoa menggantungkan hidup dari toko didasari oleh tiga faktor:

  • Untuk memenuhi tuntutan hidup, mereka mengandalkan apa pun yang mereka miliki seperti keterampilan meracik obat, membuat makanan, dan kemudian menjualnya
  • Bagi mereka, bisnis adalah pekerjaan yang menjanjikan untuk maju. Membuka toko berpeluang untuk memperoleh penghasilan besar, tak terbatas. Kalau laris, tokonya siap “panen uang”.
  • Mereka memandang berbisnis dengan membuka toko merupakan pekerjaan bergengsi. Bahkan, tampaknya menjadi standar hidup komunitas Tionghoa. Sewaktu para sanak famili orang Tionghoa berkumpul di acara besar seperti pernikahan, kematian, dan tahun baru China, obrolan mereka pun nantinya akan mengarah ke bisnis.

Pekerjaan toko sudah mengakar dalam hidup orang Tionghoa dan dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Mereka sudah terbiasa dibesarkan dalam lingkungan toko. Bermain atau bahkan disuapi makan oleh orang tuanya sambil melayani pembeli. Tak heran jika sejak jauh-jauh hari, para orang tua menasihati anaknya untuk melanjutkan bisnis atau tokonya.

Alasan lain orang Tionghoa membuka toko karena mereka suka mandiri, tidak mau tergantung pada orang lain. Dengan membuka toko, mereka bisa menjadi bosnya sendiri, bisa mengatur sendiri, tidak ada atasan yang memerintah atau mengawasi mereka. Semua keputusan bisa diambil sendiri tanpa harus tergantung pada orang lain.

Dalam bekerja, orang Tionghoa punya semangat untuk mendapatkan hasil atau prestasi yang maksimum. Dengan membuka toko, semangat untuk tumbuh dan berkembang, tidak stagnan dapat tersalurkan.

Bagi mereka, bekerja sebagai karyawan atau “kerja ikut orang” bukanlah pilihan terbaik karena sulit berkembang dengan cepat, cenderung stagnan, dan gajinya sudah dijatah.

Meski demikian mereka berpandangan karyawan adalah pekerjaan sementara, bukan selamanya. Ini sekadar untuk mengumpulkan modal lebih dulu sebelum menjadi pebisnis sejati. Tidak jarang, tabungan dari mereka yang menjadi karyawan digunakan untuk memodali istrinya membuka butik fesyen di Mangga Dua.

Bisnis sambilan pun mereka garap serius seperti salon kecantikan, toko fesyen, toko asesori mobil, café, bengkel, dan sebagainya.

Hampir semua orang Tionghoa memiliki cita-cita untuk berbisnis dan bisnis yang popular adalah membuka toko.

RINGKASAN BUKU RAHASIA SUKSES TOKO TIONGHOA (1) - MEMBUKA TOKO ADALAH PILIHAN PEKERJAAN YANG MENJANJIKAN KESUKSESAn

Membuka usaha atau bisnis dengan membuka toko merupakan alternatif usaha yang paling realistis di segala zaman.

Umumnya besaran gaji seorang karyawan susah mengimbangi biaya hidup. Kenaikan gaji karyawan kalah cepat dengan kenaikan harga barang. Akibatnya, mereka membutuhkan waktu kerja lebih lama misalnya hanya untuk membiayai cicilan kredit motor.

Membuka toko menjadi pilihan pekerjaan paling menjanjikan karena beberapa faktor. Di antaranya, tidak perlu menunggu lowongan, bisa dimulai kapan pun tergantung kemauan seseorang, tidak harus mulai dengan modal besar, membukanya lebar peluang menjadi kaya, dan tidak mensyaratkan ijazah sekolah formal layaknya orang melamar pekerjaan.

Membuka toko jangan diartikan bisa dilakukan sembarangan, melainkan harus ada manajemen yang baik supaya toko berkembang pesat dan tidak bangkrut.

Orang Tionghoa seringkali dipandang memiliki kepiawaian menjalankan toko. Tampaknya bagi mereka menjalankan toko menjadi pekerjaan yang sangat menyenangkan dan memberi arti dalam hidup. Seperti di Glodok, Harco, Mangga Dua, bahkan di Chinatown Singapura, mereka bisa makan sambil melayani pelanggan yang membeli.

KEGIATAN EKONOMI ETNIS TIONGHOA DI INDONESIA

Di Indonesia, orang etnis Tionghoa kurang berperan dalam perdagangan di daerah seperti Minangkabau, Batak dan Aceh, selain ibukotanya, yang penduduk lokalnya sendiri terkenal giat dalam usaha-usaha perdagangan.

Orang etnis Tionghoa bisa berkembang dalam kegiatan ekonomi di daerah, di mana mereka diberi kesempatan atau peluang untuk melakukan hal itu, khususnya di pulau Jawa atau daerah yang tidak ada atau kurang penghuni lokalnya, seperti Kalimantan Barat, ataupun daerah di mana ada sumber daya alam tetapi tidak ada penduduk setempat yang mau mengolahnya, seperti Bangka Belitung.

Sejak masa kolonial, orang etnis Tionghoa sudah berperan dalam bidang ekonomi, khususnya sebagai pedagang perantara dan keadaan ini berlanjut hingga masa setelah kemerdekaan.

Pada masa Orde Baru partisipasi mereka dalam bidang ekonomi menjadi lebih luas karena mereka tidak hanya bergerak dalam bidang perdagangan perantara, tetapi juga dalam manufaktur atau industri dan dalam perbankan.

Hal ini terjadi karena keharusan pemerintah Orde Baru untuk memulihkan keadaan perekonomian yang sudah sangat parah pada masa akhir Orde Lama sehingga kesempatan berusaha dibuka lebar-lebar dan berbagai kemudahan diberikan pemerintah kepada para pengusaha etnis Tionghoa.

Boleh dikatakan bahwa hampir semua konglomerat di Indonesia mulai berkembang pada masa Orde Baru dan kalaupun mereka sudah memulainya sebelum itu, kebijakan ekomoni saat itu memberikan peningkatan yang besar bagi perkembangaannya.

Pada masa kolonial, berbagai kegiatan tertutup bagi orang timur asing, seperti menjadi pegawai negeri dan dalam usaha tani, karena mereka hanya diperbolehkan memiliki tanah di Kalimantan Barat dan sekitar Tangerang.

Dengan demikian, bidang yang terbuka bidang yang terbuka adalah perdagangan, yang juga tidak memerlukan pendidikan formal yang tinggi.

Hal ini didukung pula oleh sistem nilai orang etnis Tionghoa yang bermuara pada ajaran Confucius walaupun bagi kebanyakan dari mereka tidak disadarinya.

Seperti yang dikemukakan dalam sistem nilai yang diteruskan secara turun-temurun terdapat hormat dan berbakti terhadap orang tua dan orang yang lebih tua, bekerja keras dan berhasil dalam karya apa pun, ulet dan tahan banting dalam menghadapi segala kesulitan serta selalu berusaha untuk mencapai yang terbaik.

Jika kita mendengar atau membaca kisah sukses pengusaha yang berhasil dari kelompok etnis mana pun, ternyata ceritanya mirip, sosialisasi yang menjurus kemandirian dan percaya diri atau kemampuan bergaul dengan orang-orang yang dapat mempengaruhi kemajuan usahanya dan dengan bawahannya.

ETIKA BISNIS CINA DALAM KONTEKS BUDAYA, SIFAT DAN SUMBANGANNYA PADA PEREKONOMIAN NASIONAL

1. Dari Sudut Budaya dan Sifatnya.
Pada Umumnya orang Cina cenderung mematuhi penguasa tanpa melihat dasar-dasarnya dan gagal dalam menunjukkan individualitas maupun dalam memikirkan tanggung jawab secara pribadi.

Akibat negatif yang bersambung dari generasi ke generasi, maupun dari pemimpin kepada bawahan, yang biasanya akan menjalankan kekuasaan secara mutlak terhadap siapa pun yang ada di bawahnya.

Orang Cina akan berusaha untuk memberi kesan sebaik mungkin dengan bersikap ramah.

Pengusaha keturunan Cina sebelum mengadakan hubungan dagang, mereka ingin saling mengenal tidak tergesa-gesa untuk memulai pembicaraan.

Bagi seorang pendatang baru yang ingin mengadakan hubungan dagang dengan orang Cina, referensi sangat diperlukan dan lebih efektif jika mendapatnya dari pimpinan pengusaha.

Orang Cina pada umumnya tidak biasa dan tidak suka mengadakan ikatan perjanjian yang panjang dan rumit karena dasar pijakan mereka adalah pada persahabatan, kemauan dan kepercayaan yang baik.

Karena pengusaha keturunan Cina pada umumnya dibesarkan dengan rasa takut pada orang asing maka hubungan pribadi harus dibina lebih dahulu daripada hubungan dagang.

2. Etiket.
Orang Cina percaya bahwa sopan santun merupakan etiket terbaik dan formalitas selalu diperlukan.

Kebiasaan orang Cina dalam mengeluarkan segala macam perbedaan pendapat pada saat sebelum pertemuan atau ada kalanya dilakukan setelahnya sehingga memungkinkan dihindarinya keributan-keributan secara frontal.

Jika pertemuan melibatkan berbagai kelompok pengusaha, pada umumnya hanya ketua kelompok atau mereka yang dituakan saja yang berbicara.

Persahabatan tidak dapat dilakukan dengan segera karena hubungan ini dikembangkan atas dasar pribadi sehingga semakin erat hubungan pribadi, semakin besar kemungkinan segala jenis perbedaan dapat diselesaikan.

3. Kelebihan dan Kekurangan Orang Cina.
Orang Cina selalu mengingat setiap bantuan yang pernah diberikan atau yang diterima sehingga dasar pendekatan mereka adalah utang budi.

Ada kata Cina, Keqi, yang berarti ramah, sopan, rendah hati dan penuh pertimbangan serta moral karena orang Cina peka terhadap tanda-tanda kesombongan dan kecongkakan.

Orang Cina tidak suka dikalahkan, memiliki sifat kerja keras dan pantang menyerah walaupun mengahadapi banyak gejolak dan kegagalan.

Kesetiaan mereka pada keluarga dan teman begitu tinggi sehingga pengusaha keturunan Cina suka membantu sesama anggota keluarga atau teman dan banyak mengangkat derajat yang lemah maupun yang kecil ke jenjang yang lebih baik.

Jarang sekali orang Cina berterus terang dalam berhubungan dengan orang lain karena mereka senantiasa berusaha melindungi muka sendiri maupun muka orang lain.

Menjadi kebiasaan mereka untuk menolak pemberian undangan, tawaran sampai dua atau tiga kali sebenarnya hanyalah basa-basi.

Orang Cina telah terbiasa untuk tidak mempedulikan orang luar, yaitu setiap orang yang bukan anggota keluarganya, kelompok kerjanya atau teman-temannya.

Jika sendirian, mereka akan menjadi begitu hebat, namun jika bergabung dengan para pengusaha lainnya yang berstatus sama, sering terjadi perselisihan dan pertengkaran sehingga selanjutnya terpecah.

Orang Cina tidak pernah belajar untuk melimpahkan sesuatu, baik kekuasaan ataupun tanggung jawab.

4. Keturunan Cina Perantauan di Asia.
Jika dilihat dari perkembangan ekonomi khususnya pada negara industri baru di Asia atau lebih dikenal dengan Macan Asia seperti Taiwan, Hong Kong dan Singapura, mayoritas perdagangan maupun industri dikuasai para pengusaha keturunan Cina perantauan.

Kita bisa melihat pada konteks yang lebih luas lagi partisipasi para Cina perantauan di beberapa negara berkembang di Asia seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam dan di tanah air kita sendiri.

Mereka banyak di antaranya menjadi pengusaha mulai dari konglomerat, pengusaha besar, menengah, kecil dan juga informal dan ini merupakan sesuatu kekuatan jaringan pasar khususnya dalam perdagangan internasional.

Kekuatan jaringan pemasaran ini selayaknya kita manfaatkan dalam pengembangan ekspor nonmigas ke berbagai manca negara dengan memanfaatkan mereka yang berada di tanah air.

5. Memanfaatkan Partisipasi dan Keberhasilan Pengusaha Keturunan Cina dalam Konteks Ekonomi Nasional.
Warga negara Indonesia keturunan Cina di Indonesia menyebar di seluruh pelosok nusantara, baik di tingkat ibukota, propinsi, kabupaten bahkan sampai di desa dengan meliputi berbagai lapisan.

Pemerintah telah memberikan rasa aman bagi mereka untuk berusaha dengan stabilitas nasional yang mantap sehingga memberikan kesempatan yang merata bagi para pengusaha keturunan Cina untuk berusaha dan berkonsentrasi penuh.

Seorang pengusaha keturunan Cina, baik secara etika maupun non-etika lebih banyak ditentukan oleh keadaan pribadi dan usaha daripada oleh faktor kebudayaan.

Pengusaha Cina lebih menekankan pada kepercayaan yang dalam terhadap integritas yang terdapat dalam diri seseorang dan pada hubungan pribadi walaupun proses ini akan memakan waktu yang lama.

Bagi pengusaha keturunan Cina yang terpenting adalah masa depan, tempat berusaha yang aman dan tenang.

Memanfaatkan jaringan mereka yang berada di negara Asia lainnya maupun yang berada di benua lain merupakan suatu kekuatan pasar yang dapat diandalkan.

Tuesday, November 26, 2019

MEMAHAMI BUDAYA BISNIS ORANG CINA (PANDANGAN LAIN)

Penulis: Yuri Khlystov
Penerjemah: LHS & SS.Mifu
Editor & korektor: Abu Tajir

Budaya-budaya di Barat itu beragam, begitu pula di Asia; tetapi, karena peradaban Cina itu diyakini banyak orang sebagai peradaban tertua, banyak orang beranggapan bahwa budaya-budaya Asia itu dipengaruhi (bahkan dibentuk) oleh budaya Cina.

RRC adalah negara terpadat di dunia (saat ini) dengan jumlah penduduk lebih dari satu miliar orang. Ada juga orang Cina yang tinggal di negara-negara tetangga dan di bagian dunia lainnya. Karena populasinya yangsangat besar, RRC menerapkan aturan ketat mengenai kelahiran anak yang disebut "one child policy"; yakni dimana satu pasangan hanya boleh memiliki satu anak.

Hampir 100 persen populasi disana merupakan etnis (Cina) Han. Orang-orang disana berbicara dengan dialek-dialek yang berbeda tergantung pada wilayah mereka. Namun, hanya ada satu bahasa tertulis, yakni bahasa mandarin yang berasal dari dialek Beijing. Mayoritas orang sana yang berbisnis paham bahasa Inggris; jadi mudah untuk berkomunikasi dengan mereka.

Masalah dalam hubungan bisnis bisa muncul jika pihak-pihak yang terlibat tidak memahami perbedaan budayaantara mereka. Kesepakatan bisnis bisa terancam, atau hubungan kerja yang baik dapat berantakan karena mis-komunikasi.

Berikut ini beberapa tips untuk memperlancar hubungan bisnis Anda dengan orang Cina:

Memahami Gaya Komunikasi Orang Cina

Komunikasi bisa berupa verbal juga non-verbal. Berkomunikasi tidak hanya sebatas berbicara; isyarat dan gestur tubuh juga merupakan bagian dari komunikasi.

Praktik bisnis orang Cina sangat berbeda dengan praktik bisnis orang Barat. Masing-masing pihak terbiasa dengan budayanya masing-masing. Hambatan bahasa dan budaya dapat dihilangkan jika tiap pihak mengetahui pola dan etika yang berlaku dengan baik di tempat mereka berbisnis.

A. Sapaan

Orang Cina itu punya gaya sapaan yang khas.

Orang Barat itu terbiasa berjabat tangan saat menyapa, sedangkan orang Cina terbiasa membungkuk atau mengangguk saat menyapa. Anda mungkin akan ditawari jabat tangan (jika Anda orang asing), tetapi baiknya Anda menunggu mereka dulu untuk menawarkan tangan mereka.

Orang Cina itu suka dengan pengenalan formal. Baiknya perhatikan gelar/jabatan resmi. Seringkali mereka menggunakan nama Cina untuk membantu orang asing saat sesi pengenalan. Tepuk tangan adalah hal umum, terutama ketika menyapa orang banyak. Mereka suka tepuk tangan pula sebagai balasannya.

B. Adab

Orang Cina pada umumnya ingin menunjukkan adab dan rasa hormat pada orang lain, karena itu, mereka suka bersikap formal.

Saat menyerahkan dan menerima kartu nama, baiknya dilakukan dengan kedua tangan. Baiknya tidak mencoret-coret di kartu nama. Baiknya membawa kotak khusus untuk kartu nama. Jangan pernah Anda memasukkannya ke dalam dompet atau saku Anda (perlakuan yang terakhir dianggap sebagai sikap tak hormat).

C. Memperhatikan Senioritas

Senioritas itu sangat penting bagi orang Cina; perhatikan ini! terutama saat Anda berurusan dengan pejabat pemerintah dan aparatur negara. Adalah langkah tepat untuk menyapa pihak lain dengan menyebutkan jabatan atau pangkat mereka, daripada menyapa menggunakan Tn. Atau Ny. Misalnya, lebih baik mengatakan "Direktur Yu" daripada mengatakan "Tn. Yu” -jika Anda ingin menarik perhatian mereka-. Mereka menyebut hal ini “Gei Mian Zi”, yakni memberi hormat. Dia dianggap sebagai konsep yang sangat penting di Cina. Anda harus memberikan rasa hormat yang sesuai dengan kedudukan atau pangkat seseorang.

D. Keterlambatan

Orang Amerika akan datang lebih awal atau tepat waktu saat ingin bertemu; itulah cara mereka menunjukkan rasa hormat. Orang Cina juga tidak suka keterlambatan. Tepat waktu itu sangat penting di Cina (juga bagi orang Cina dimanapun); tapi jika mereka terlambat menghadiri pertemuan, itu bukan karena ia menyia-nyiakan waktu pihak lain. Mungkin ada beberapa alasan tertentu, terutama jika alamat tempat pertemuan tidak jelas. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengizinkanmereka pergi terlebih dahulu jika pertemuan telah usai.

E. Penampilan

Orang Cina itu biasanya konservatif untuk masalah penampilan. Untuk pria, mereka biasanya mengenakan setelan dengan warna-warna halus atau netral. Pakaian kasual mereka juga biasanya konservatif. Untuk wanita, blouse lengan pendek dan sepatu ber-hak tinggi baiknya dihindari. Pakaian yang terbuka dianggap tidak sopan oleh banyak pebisnis Cina. Mereka akan menunjukkan wajah tidak senang jika melihat seorang wanitayang tubuhnya terlalu terbuka. Pria dan wanita dapat mengenakan jeans, tetapi tidak biasanya tidak cocok untuk pertemuan bisnis.

F. Gestur

Kita mungkin terbiasa menggoyangkan dan melambaikan tangan saat berbicara. Tetapi bagi orang Cina, mereka tidak terbiasa berbicara sambil menggerakkan tangan. Oleh mereka, itu dianggap mengganggu lawan bicara. Mereka juga tidak menunjuk-menunjuk saat berbicara. Harus diperhatikan! jangan arahkan jari telunjuk saat memberi isyarat, tapi gunakanlah tangan terbuka.

Biasanya mereka juga menunjukkan sopan santun ketika makan. Mereka menganggap perbuatan meletakkan tangan di mulut itu tidak sopan; tapi gunakanlah sumpit.

G. Makan-makan

Orang Cina itu sangat suka makan-makan dan mereka biasa mengadakan negosiasi bisnis sambil makan-makan. Seringkali mereka menggelar pertemuan makan siang atau makan malam sebelum diskusi bisnis (betulan) berlangsung. Mereka sudah biasa menyewa ruangan khusus di suatu restoran besar untuk melaksanakan pertemuan bisnis.

Mereka itu punya kebiasaan khusus untuk pengaturan tempat duduk saat makan-makan bisnis. Dalam hal ini Orang Cina utara lebih formal dari orang Cina selatan. Baiknya tempat duduk tuan rumah dan tamu sudah jelas saat makan-makan berlangsung. Perhatikan juga posisi para hadirin; sesuaikan dengan senioritas dan pangkat. Formalitas itu sangat penting bagi mereka; kapanpun itu, bahkan saat sedang makan-makan. Mengikuti formalitas yang ada berarti menunjukkan rasa hormat.

H. Minuman beralkohol

Hampir di semua pertemuan dengan orang Cina (kecuali Cina muslim), minuman beralkohol disajikan. Entah di acara makan siang atau makan malam; selama acara makan diadakan, minuman beralkohol akan selalu disediakan. Orang-orang dari Cina utara dan barat adalah peminum berat. Sering dianggap tidak sopan jika menolak minum-minum dengan mereka saat lagi makan-makan. Jika Anda tidak tahan pada alkohol, ingin menjaga kesehatan atau pantang meminumnya (bagi muslim jelas khomr itu haram), Anda dapat meminta minuman non-alkohol sebagai gantinya.

Berbisnis dengan Orang Cina

Seiring perkembangan ekonomi RRC (juga orang Cina rantau di seluruh dunia) yang dahsyat, praktik-praktik bisnis mereka mulai banyak yang selaras dengan praktik bisnis konvensional. Meskipun ada perbedaan bahasa, budaya dan etika dalam bisnis, berbisnis dengan mereka sebenarnya tidaklah rumit.

Dulu, hubungan bisnis dengan mereka (biasanya) hanya bisa dilakukan melalui rekomendasi dari relasi yang sudah dikenal. Namun, sejak adanya akses internet dan beratnya kompetisi bisnis antara mereka sendiri, kontak langsung lewat telepon/video call/WhatsApp bisa diterima.

Pebisnis asing harus memahami seluk-beluk kebudayaan mereka jika ingin bisnisnya lancar. Sebisa mungkin cobalah untuk memahami dan menghargai gaya bisnis mereka; dengan begitu Anda akan membuat mereka terkesan dan balik menghargai Anda.

Bisnis akan berjalan lancar jika Anda menghargai budaya mereka, baik saat bersosialisasi maupun saat berbisnis.

Mentalitas Bisnis Orang Cina


Sebelumnya sudah kita bahas bagaimana cara mereka berinteraksi, baik secara verbal atau non-verbal. Sekarang kita akan membahas bagaimana mentalitas bisnis orang mereka.

Orang Cina itu sangat berorientasi bisnis. Bagi mereka, perjanjian sebelum pertemuan (apa saja, terutama bisnis) itu sangat penting. Anda harus mengubungi mereka terlebih dahulu tiap kali Anda ingin bertemu; dan jelas menunggu konfirmasi dari mereka.

Basa-basi sebelum masuk ke pembahasan utama itu penting (bagi mereka) dalam suatu pertemuan. Bagi mereka, orang terpenting dalam suatu kelompok haruslah yang memimpin pertemuan; karena bagi mereka, jabatan dan kedudukan itu sangat penting. Mereka biasanya menganggap orang yang pertama masuk ke dalam tempat pertemuan adalah pemimpin dari kelompok.

Saat memberikan proposal bisnis, ingatlah untuk selalu membawa beberapa rangkap dokumen-dokumen terkait. Selalu jaga sikap Anda selama pertemuan berlangsung. Jika Anda menunjukkan reaksi yang berlebihan atau melakukan sesuatu yang memalukan saat negosiasi berlangsung, Anda bisa merugikan kelompok Anda (juga bisa mengacaukan negosiasi). Menyinggung seseorang di muka umum dan melakukan hal-hal yang tidak pantas (relatif sih) akan memberi kesan bahwa Anda adalah orang yang tidak bisa mengontrol diri.

Mohon dimaklumi ketika pengambilan keputusan (oleh mereka) memakan waktu yang lama; karena mereka itu lebih mementingkan terbinanya hubungan yang baik terlebih dahulu sebelum pengambilan keputusan dilakukan. Biasanya pengambilan keputusan (oleh mereka) tidak terjadi dalam sekali pertemuan; oleh karena itu, pertemuan-pertemuan susulan baiknya diadakan.

Feng Shui dan ramal-meramal itu penting bagi mereka. Banyak dari mereka yang berkonsultasi dahulu kepada seorang Suhu atau menunggu hari baik (hari dimana hokinya bagus) sebelum mengambil keputusan. Hal-hal seperti ini seringkali membuat proses negosiasi berlangsung lama; tapi ya mau bagaimana lagi, itu sudah jadi budaya mereka.

Membangun rasa saling percaya itu memang butuh pengorbanan, dan mereka sangat mementingkan rasa saling percaya itu. Rasa saling percaya itu bisa mengantarkan pada sukses.

M
enerima dan Memberi Hadiah

Jika Anda berbisnis dengan orang Cina, Anda bisa membuat mereka terkesan dengan memanggil mereka berdasarkan jabatan atau pangkat, menghormati adat mereka, dan memberi mereka hadiah. Mereka sangat menghargai orang yang paham seluk beluk budaya mereka.

Pemberian hadiah adalah hal yang umum dalam budaya bisnis Cina; Ia juga merupakan salah satu “Gei Mian Zi”. Hal ini biasa terjadi di dalam (dan keluar) suatu badan usaha untuk menarik perhatian relasi. Untuk sebagian orang, hal ini dianggap ilegal jika yang diberi hadiah adalah instansi pemerintahan atau pejabat negara. Peraturan resmi pemerintah (RRC) melarang adanya penerimaan hadiah karena tindakan tersebut dianggap sebagai suap. Mereka sudah senang jika Anda setidaknya berterima kasih kepada mereka. Jangan memaksa jika mereka tidak mau diberi hadiah; jadi, peka ya!

Jika Anda bingung ingin saat mau memberi hadiah, Anda bisa memberikan sebuah pulpen berkualitas tinggi. Ia adalah pilihan yang baik karena sangat digemari oleh orang Cina (di RRC, entah di tempat lain). Tapi Anda jangan memberi hadiah (berupa) pulpen yang tintanya berwarna merah; itu karena tinta merah menyimbolkan nasib buruk. Perlu diperhatikan ya, semakin tinggi kedudukan seseorang, maka hadiah yang diberikan baiknya harus lebih mahal pula. Pemberian hadiah yang serupa dengan bawahan mereka sama halnya dengan tidak menghormati kedudukan mereka.

Pada saat makan-makan, Anda bisa memberikan hadiah secara empat mata (pada target) atau memberikannya sambil memberi tahu semua hadirin (jika Anda grogi melakukannya secara empat mata). Jika mereka bertanya ‘untuk apa pemberian ini?’, beritahu mereka pemberian tersebut atas nama badan usaha Anda.

Hadiah tersebut harus dibungkus dan diberikan dengan kedua tangan. Tidak baik (dalam adat mereka) untuk membuka hadiah langsung di hadapan sang pemberi hadiah. Baiknya Anda menunggu sampai negosiasi selesai (baru memberi hadiah), dengan begitu hadiah yang anda berikan tak akan dilihat sebagai penyuapan.

Jika Anda diberi hadiah oleh orang Cina, jangan langsung menerimanya. Berpura-puralah menolaknya tiga kali, lantas terima dengan kedua tangan. Setelah menerimanya, katakan kepada sang pemberi hadiah ‘terima kasih’ dan tunjukkan ekspresi bahwa Anda senang menerimanya.Lakukan hal-hal tersebut agar Anda tidak dipandang sebagai tamak.

Lantas buka hadiah tersebut setelah negosiasi usai.

Mengapa Pemberian Hadiah Memberi Kesan yang Baik?

Nilai sebuah hadiah harus selaras dengan tingkat bisnis yang dilakukan, yang mana berlaku untuk hadiah antar individu maupun hadiah antar perusahaan. Tapi jangan berikan hadiah yang terlalu mewah. Hal tersebut bisa membuat malu pihak penerima dan membuat keadaan menjadi rumit, terutama jika mereka tidak dapat memberi balik hadiah dengan level yang sama.

Budaya Cina itu penuh dengan simbolisme. Sudah dijelaskan diatas bahwa mereka itu menyukai Feng Shui dan ramal meramal. Warna dan angka tertentu memiliki arti penting. Contohnya, merah adalah warna keberuntungan. Jika Anda memberi hadiah berupa uang baiknya jumlahnya genap, uangnya baru baru dan ditempatkan di amplop berwarna merah.

Beberapa angka dan warna yang memiliki arti khusus:

Angka 8 adalah angka keberuntungan yang terbaik

Warna hitam, putih dan biru serta angka 4 atau apapun yang berjumlah 4 mempunyai arti kematian dan pemakaman

Jam, sapu tangan dan sendal jerami cocoknya diberikan sebagai hadiah saat pemakaman.

Merah muda dan kuning berarti kebahagiaan

Pisau, gunting dan benda tajam lainnya berarti ‘merusak hubungan’ dan sering menimbulkan kesan yang salah.

Mintalah bantuan toko hadiah lokal untuk membungkus hadiah Anda, dan tanyakan apakah hadiah yang akan Anda berikan pantas atau tidak. Anda juga dapat meminta bantuan jika tak tahu akan memberikan hadiah apa. Pemilik toko akan menyarankan Anda hadiah yang tepat.

BEBERAPA TIPS BAGI MEREKA YANG MAU MEMASARKAN BUKUNYA SENDIRI


1. Buatlah buku yang berkualitas.

Inilah resep utama dan pertama yang harus ada. Biasanya buku dengan isi yang relevan dengan kondisi terkini, kontroversial, solutif itu cepat laku. Oh, jangan lupa, fisiknya juga harus tahan banting, terutama yang sesuai dengan ongkos mayoritas target.

2. Pemasaran lewat media sosial itu wajib!

Sekarang jamannya media sosial. Trafik tinggi bisa diraih lewat dia. Bisa dibilang “semua” orang sekarang terhubung lewat dia. Media sosial itu pada dasarnya gratis, tapi untuk mendapat “lebih” ya bayar. Facebook Ads misalnya.

3. Jangan asal iklan, tapi pasarkanlah dengan elegan.

Jangan langsung iklan, tapi buatlah dulu suatu interaksi, yang aktif dengan pembaca di medsos. Buatlah konten-konten yang bermanfaat yang diambil dari buku yang Anda tulis. Gunakan konten-konten itu sebagai umpan. Biasanya orang yang penasaran akan membeli versi full-nya. Pasarkan juga buku Anda dengan memperhatikan “prime-time”, format gratisan atau bedah buku berupa audio/video. gampangnya , bangunlah brand terlebih dahulu.

4. Manfaatkan semua channel yang bisa diolah.

Online dan offline, manfaatkan semampu Anda. Yang offline misalnya pemasaran mulut ke mulut dengan kedok spoiler isi buku, pemanfaatan relasi yang punya pangkat atau kedudukan, obrolan santai sambil ngopi dan masih banyak lagi. Yang online sebagian sudah disebut di poin ke-2. Tambahannya: manfaatkan pula media sosial khusus pembukuan seperti Goodreads, AuthorsDen, Shelfari dan forum-forum internet di bagian buku.

Buatlah akun Anda di sana semenarik mungkin dan realistis. Tentunya Anda harus bisa mengelolanya. Jangan cuma buat lalu ditinggal. Poin ke-4 ini penting banget lho untuk memantapkan citra diri Anda sebagai penulis.

5. Jangan lupakan blog!

Blog itu lebih fleksibel dibandingkan website, terutama jika Anda tak pAndai mengurus website. Link dari blog juga bisa lebih cepat menyebar ke lain-lain tempat. Postingan yang teratur pun akan di-index oleh google dan bing. Sangat membantu untuk menaikkan traffic, viewer dan engagement. Dan jangan lupa untuk aktif berinteraksi di blog orang lain ya! Miliki jaringan dan relasi seluas-luasnya!

6. Gunakan e-book sebagai ajang promosi diri dan buku Anda.

Cara ini terbukti efektif banget untuk memancing pembaca. Untuk kasus di Indonesia, efeknya bisa berkali lipat karena orang-orang disini suka gratisan. Buatlah e-book sebagai spoiler, sebagai pintu gerbang bagi para pembaca. Jadi, yang bagus ya buatnya.

7. Sediakan budget khusus untuk iklan berbayar.

Untuk tahap awal bagusnya sewa jasa admin iklan yang terpercaya supaya iklannya bisa sesuai budget dan tepat sasaran.

Tetap kalem dan tenang saat mendapat kritik, cercaan dan cacian, terutama di internet. Selalu jaga akal Anda ya! Dan teruslah maju berkarya!

8. Teruslah menulis!

Teruslah berkarya, teruslah meningkatkan kapasitas diri. Makin ke depan haruslah makin baik. Maju!!!

9. Berpikir dan bertindaklah positif!

Jangan mengecek hasil penjualan terus-terusan, itu bisa bikin stress. Lakuin aja seminggu atau sebulan sekali. Menjual buku itu butuh kegigihan dan kesabaran. Ada proses ya! Nikmati saja proses itu. Jadi berpikir dan bertindaklah positif! Upgrade diri Anda dan tim Anda setiap hari!

Wednesday, July 31, 2019

MEMAHAMI BUDAYA BISNIS ORANG CINA (2)

Penulis: Yuri Khlystov
Penerjemah: LHS & SS.Mifu
Editor & korektor: Abu Tajir

I. Berbisnis dengan Orang Cina

Seiring perkembangan ekonomi RRC (juga orang Cina rantau di seluruh dunia) yang dahsyat, praktik-praktik bisnis mereka mulai banyak yang selaras dengan praktik bisnis konvensional. Meskipun ada perbedaan bahasa, budaya dan etika dalam bisnis, berbisnis dengan mereka sebenarnya tidaklah rumit.

Dulu, hubungan bisnis dengan mereka (biasanya) hanya bisa dilakukan melalui rekomendasi dari relasi yang sudah dikenal. Namun, sejak adanya akses internet dan beratnya kompetisi bisnis antara mereka sendiri, kontak langsung lewat telepon/video call/WhatsApp bisa diterima.

Pebisnis asing harus memahami seluk-beluk kebudayaan mereka jika ingin bisnisnya lancar. Sebisa mungkin cobalah untuk memahami dan menghargai gaya bisnis mereka; dengan begitu Anda akan membuat mereka terkesan dan balik menghargai Anda.

Bisnis akan berjalan lancar jika Anda menghargai budaya mereka, baik saat bersosialisasi maupun saat berbisnis.

J. Mentalitas Bisnis Orang Cina

Sebelumnya sudah kita bahas bagaimana cara mereka berinteraksi, baik secara verbal atau non-verbal. Sekarang kita akan membahas bagaimana mentalitas bisnis orang mereka.

Orang Cina itu sangat berorientasi bisnis. Bagi mereka, perjanjian sebelum pertemuan (apa saja, terutama bisnis) itu sangat penting. Anda harus mengubungi mereka terlebih dahulu tiap kali Anda ingin bertemu; dan jelas menunggu konfirmasi dari mereka.

Basa-basi sebelum masuk ke pembahasan utama itu penting (bagi mereka) dalam suatu pertemuan. Bagi mereka, orang terpenting dalam suatu kelompok haruslah yang memimpin pertemuan; karena bagi mereka, jabatan dan kedudukan itu sangat penting. Mereka biasanya menganggap orang yang pertama masuk ke dalam tempat pertemuan adalah pemimpin dari kelompok.

Saat memberikan proposal bisnis, ingatlah untuk selalu membawa beberapa rangkap dokumen-dokumen terkait. Selalu jaga sikap Anda selama pertemuan berlangsung. Jika Anda menunjukkan reaksi yang berlebihan atau melakukan sesuatu yang memalukan saat negosiasi berlangsung, Anda bisa merugikan kelompok Anda (juga bisa mengacaukan negosiasi). Menyinggung seseorang di muka umum dan melakukan hal-hal yang tidak pantas (relatif sih) akan memberi kesan bahwa Anda adalah orang yang tidak bisa mengontrol diri.

Mohon dimaklumi ketika pengambilan keputusan (oleh mereka) memakan waktu yang lama; karena mereka itu lebih mementingkan terbinanya hubungan yang baik terlebih dahulu sebelum pengambilan keputusan dilakukan. Biasanya pengambilan keputusan (oleh mereka) tidak terjadi dalam sekali pertemuan; oleh karena itu, pertemuan-pertemuan susulan baiknya diadakan.

Feng Shui dan ramal-meramal itu penting bagi mereka. Banyak dari mereka yang berkonsultasi dahulu kepada seorang Suhu atau menunggu hari baik (hari dimana hokinya bagus) sebelum mengambil keputusan. Hal-hal seperti ini seringkali membuat proses negosiasi berlangsung lama; tapi ya mau bagaimana lagi, itu sudah jadi budaya mereka.

Membangun rasa saling percaya itu memang butuh pengorbanan, dan mereka sangat mementingkan rasa saling percaya itu. Rasa saling percaya itu bisa mengantarkan pada sukses.

K. Menerima dan Memberi Hadiah

Jika Anda berbisnis dengan orang Cina, Anda bisa membuat mereka terkesan dengan memanggil mereka berdasarkan jabatan atau pangkat, menghormati adat mereka, dan memberi mereka hadiah. Mereka sangat menghargai orang yang paham seluk beluk budaya mereka.

Pemberian hadiah adalah hal yang umum dalam budaya bisnis Cina; Ia juga merupakan salah satu “Gei Mian Zi”. Hal ini biasa terjadi di dalam (dan keluar) suatu badan usaha untuk menarik perhatian relasi. Untuk sebagian orang, hal ini dianggap ilegal jika yang diberi hadiah adalah instansi pemerintahan atau pejabat negara. Peraturan resmi pemerintah (RRC) melarang adanya penerimaan hadiah karena tindakan tersebut dianggap sebagai suap. Mereka sudah senang jika Anda setidaknya berterima kasih kepada mereka. Jangan memaksa jika mereka tidak mau diberi hadiah; jadi, peka ya!

Jika Anda bingung ingin saat mau memberi hadiah, Anda bisa memberikan sebuah pulpen berkualitas tinggi. Ia adalah pilihan yang baik karena sangat digemari oleh orang Cina (di RRC, entah di tempat lain). Tapi Anda jangan memberi hadiah (berupa) pulpen yang tintanya berwarna merah; itu karena tinta merah menyimbolkan nasib buruk. Perlu diperhatikan ya, semakin tinggi kedudukan seseorang, maka hadiah yang diberikan baiknya harus lebih mahal pula. Pemberian hadiah yang serupa dengan bawahan mereka sama halnya dengan tidak menghormati kedudukan mereka.

Pada saat makan-makan, Anda bisa memberikan hadiah secara empat mata (pada target) atau memberikannya sambil memberi tahu semua hadirin (jika Anda grogi melakukannya secara empat mata). Jika mereka bertanya ‘untuk apa pemberian ini?’, beritahu mereka pemberian tersebut atas nama badan usaha Anda.

Hadiah tersebut harus dibungkus dan diberikan dengan kedua tangan. Tidak baik (dalam adat mereka) untuk membuka hadiah langsung di hadapan sang pemberi hadiah. Baiknya Anda menunggu sampai negosiasi selesai (baru memberi hadiah), dengan begitu hadiah yang anda berikan tak akan dilihat sebagai penyuapan.

Jika Anda diberi hadiah oleh orang Cina, jangan langsung menerimanya. Berpura-puralah menolaknya tiga kali, lantas terima dengan kedua tangan. Setelah menerimanya, katakan kepada sang pemberi hadiah ‘terima kasih’ dan tunjukkan ekspresi bahwa Anda senang menerimanya.Lakukan hal-hal tersebut agar Anda tidak dipandang sebagai tamak. Bukalah hadiah tersebut setelah negosiasi selesai.

L. Mengapa Pemberian Hadiah Memberi Kesan yang Baik?

Nilai sebuah hadiah harus selaras dengan tingkat bisnis yang dilakukan, yang mana berlaku untuk hadiah antar individu maupun hadiah antar perusahaan. Tapi jangan berikan hadiah yang terlalu mewah. Hal tersebut bisa membuat malu pihak penerima dan membuat keadaan menjadi rumit, terutama jika mereka tidak dapat memberi balik hadiah dengan level yang sama.

Budaya Cina itu penuh dengan simbolisme. Sudah dijelaskan diatas bahwa mereka itu menyukai Feng Shui dan ramal meramal. Warna dan angka tertentu memiliki arti penting. Contohnya, merah adalah warna keberuntungan. Jika Anda memberi hadiah berupa uang baiknya jumlahnya genap, uangnya baru baru dan ditempatkan di amplop berwarna merah.

M. Beberapa angka dan warna yang memiliki arti khusus:

  • Angka 8 adalah angka keberuntungan yang terbaik.
  • Warna hitam, putih dan biru serta angka 4 atau apapun yang berjumlah 4 mempunyai arti kematian dan pemakaman.
  • Jam tangan, sapu tangan dan sendal jerami cocoknya diberikan sebagai hadiah saat pemakaman.
  • Merah muda dan kuning berarti kebahagiaan
  • Pisau, gunting dan benda tajam lainnya berarti ‘merusak hubungan’ dan sering menimbulkan kesan yang salah.

Mintalah bantuan toko hadiah lokal untuk membungkus hadiah Anda, dan tanyakan apakah hadiah yang akan Anda berikan pantas atau tidak. Anda juga dapat meminta bantuan jika tak tahu akan memberikan hadiah apa. Pemilik toko akan menyarankan Anda hadiah yang tepat.

Sumber asli:

https://www.laowaicareer.com/…/understanding-chinese-busin…/