Tuesday, November 26, 2019

MAHASISWA JAMAN NOW


Ketika ditanya “apakah anda memiliki ambisi semasa kuliah?” 77% mahasiswa menjawab “tidak” karena banyak dari mereka beranggapan ambisi adalah sebuah kata negatif yang dipersepsikan sebagai “ambisius” atau “obsesi berlebihan.” Padahal, salah satu kunci sukses penting masa kini adalah memiliki ambisi diri untuk menghadapi mega competition (globalisasi) dan kemajuan teknologi yang semakin modern.

Sangat jarang kita menemukan ambisi besar dalam diri para mahasiswa. Cara menjalani karier sebagai mahasiswa pada umumnya sama, yaitu semua mahasiswa berharap studinya bakal mengantarkan mereka menjadi orang sukses di masa depan. Akan tetapi, pada kenyataannya hanya sedikit jebolan kampus yang menjadi “orang-orang sukses”. Banyak dari mereka, setelah susah payah menjalani karier sebagai mahasiswa, tidak mampu menjalani karier sebagai manusia dewasa, dalam persaingan hidup yang semakin berat. Mengapa? Karena hanya sedikit yang benar-benar mau dan mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang bagaimana mendayagunakan potensi diri menjadi pribadi sukses.

Potensi diri mesti dikembangkan dari dalam diri sendiri, oleh diri sendiri, terhadap diri sendiri. Hal ini tidak muncul dari kampus, tetapi dari diri Anda sendiri.

Dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 60 persen lulusan perguruan tinggi menganggur.

Fokus pendidikan tinggi perlu segera diubah dari akademis ke vokasi.

Lapangan kerja rata-rata hanya menyerap 37% lulusan perguruan tinggi.

Jumlah lulusan mahasiswa program diploma/sarjana lebih dari 300.000 orang per tahun. Sedangkan jumlah mahasiswa vokasi pada tahun 2006 hanya sebanyak 1.256.136 orang. Pendidikan vokasi justru kekurangan lulusan untuk disalurkan ke dunia kerja.

Sudah seharusnya pemerintah lebih memperhatikan pendidikan vokasi. Penyelenggaraan pendidikan vokasi butuh dana besar, terutama untuk praktikum mahasiswa agar terampil.

Perguruan tinggi perlu membekali mahasiswanya dengan soft skill terutama attitude serta keterampilan wirausaha. Kedua hal itu sangat berguna bagi mahasiswa setelah lulus.

Kalangan pekerja di negara kita masih didominasi lulusan SD. Kualitas kaum pekerja kita masih harus ditingkatkan dari segi pendidikan.

Bila semua mahasiswa ingin menjadi karyawan seusai studi kampus, siapa yang akan menyediakan lapangan kerja? Sedangkan persaingan para fresh graduate yang semakin ketat malah membuat gaji karyawan menjadi tidak kompetitif lagi.

Bagaimana cara anda menyiasati persaingan untuk mendapatkan pekerjaan? Para mahasiswa menjawab: “Belajar sebaik-baiknya agar lulus dengan nilai yang memuaskan.

Tentu saja mereka benar. Namun, yang membuat seseorang diterima dan memiliki jenjang karier yang bagus bukan semata-mata nilai-nilai akademik tersebut.

Tidak banyak mahasiswa yang berani mempersiapkan sukses bagi dirinya sendiri jauh-jauh hari. Mereka terjebak oleh perangkap nilai. Terlalu banyak doktrinasi bahwa lulusan kampus akan mendapatkan tempat kerja yang lebih baik.

Tindakan apapun yang Anda lakukan pasti akan mempengaruhi alam. Besar atau kecil, satu maupun serentetan.

Alam bereaksi spontan atas tindakan manusia, sementara manusia memiliki kesempatan untuk memikirkan apa reaksi yang akan diambilnya terhadap kejadian alam.

Di era hyper technology dan globalisasi, semakin sedikit lapangan kerja bagi mereka yang tidak memiliki kelebihan. Para akademikus mesti segera keluar dari kotak pemikiran masa lalu dan memikirkan kecakapan-kecakapan bar demi sukses masa depan.

Kebanyakan kampus menjadi puncak himalaya yang sangat indah bila dilihat dari jauh, tetaapi penuh hutan belukar di sepanjang pendakian dan badai salju di puncak yang membuat sedikit orang mampu mendaki sampai puncak.

Sekolah-sekolah tinggi yang berbiaya mahal itu juga lebih banyak menghasilkan lulusan-lulusan yang berkarier atau berkiprah tidak sejalan dengan bidang studinya. Sangat sedikit dari kita para lulusan kampus yang berkarier di tempat-tempat yang sesuai dengan apa yang kita pelajari di bangku kuliah.

Kampus telah bergeser fungsi menjadi tempat formalistik belajar, bukan tempat mempelajari kehidupan. Kampus menjadi tempat bagi antarmahasiswa yang mau mengikuti kompetisi nilai, bukan tempat untuk berkompetisi dengan dirinya sendiri.

Anda berada dalam mekanisme belajar demi selembar print-out IPK. Anda, saya, dan teman-teman berada dalam sistem nilai bahwa parameter sukses adalah nilai tinggi, dan parameter gagal adalah nilai rendah, DO atau lulus pas-pasan.

Nilai-nilai akademis lantas menjadi parameter kualitas kampus. Kampus yang menghasilkan lulusan terbanyak dengan nilai-nilai tinggi dipandang sebagai kampus hebat yang populer dan diminati. Kampus bersaing bagaikan perusahaan swasta yang berjuang demi memenangkan persaingan, bukan untuk menghasilkan lulusan yang mampu berkontribusi dalam kehidupan masyarakat luas.

Kampus-kampus masa kini adalah lembaga penyaji nilai-nilai akademik, bukan produsen processor sumber daya manusia dewasa yang berkualitas untuk kehidupan nyata. Kurikulum pendidikan tinggi belum disusun untuk menciptakan pribadi-pribadi mahasiswa yang utuh dengan pembentukan karakter dan konsep diri.

Kampus tidak berbuat banyak untuk mengupayakan pembentukan karakter yang dapat menumbuhkan sikap mental apresiatif. Maka tidak heran banyak fresh graduate berdaya juang rendah.

Rajin-rajinlah melihat dunia luar. Anda akan menyadari bahwa banyak kesenjangan antara realitas dan pelajaran di kampus. Anda akan menemukan begitu banyak orang sukses yang bukan semata-mata menjadi sukses karena prestasi nilai-nilai akademik.

Ada anggapan bahwa pembentukan karakter mental “diharapkan” terjadi secara alami dalam proses pembelajaran selama mengikuti studi. Harapannya selama mengikuti studi kita terlibat dalam interaksi sosial baik horizontal maupun vertikal. Harapan seperti itulah yang membuat sikap mental kita sangat tergantung oleh bentukan alami lingkungan semasa proses pendidikan.

Kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga hasil ujian adalah dewa penentu kecerdasan akademis yang tentunya tidak menjadi indikator kesuksesan dalam kehidupan pascakampus.

Lingkungan menyajikan begitu banyak menu pilihan yang tampak lebih menarik daripada pilihan sempit yang disodorkan keluarga. Lingkungan itu bisa positif atau negatif, tergantung pada penafsiran dalam diri kita terhadap lingkungan-lingkungan mana yang sesuai atau tidak.

BEBERAPA TIPS BAGI MEREKA YANG MAU MEMASARKAN BUKUNYA SENDIRI


1. Buatlah buku yang berkualitas.

Inilah resep utama dan pertama yang harus ada. Biasanya buku dengan isi yang relevan dengan kondisi terkini, kontroversial, solutif itu cepat laku. Oh, jangan lupa, fisiknya juga harus tahan banting, terutama yang sesuai dengan ongkos mayoritas target.

2. Pemasaran lewat media sosial itu wajib!

Sekarang jamannya media sosial. Trafik tinggi bisa diraih lewat dia. Bisa dibilang “semua” orang sekarang terhubung lewat dia. Media sosial itu pada dasarnya gratis, tapi untuk mendapat “lebih” ya bayar. Facebook Ads misalnya.

3. Jangan asal iklan, tapi pasarkanlah dengan elegan.

Jangan langsung iklan, tapi buatlah dulu suatu interaksi, yang aktif dengan pembaca di medsos. Buatlah konten-konten yang bermanfaat yang diambil dari buku yang Anda tulis. Gunakan konten-konten itu sebagai umpan. Biasanya orang yang penasaran akan membeli versi full-nya. Pasarkan juga buku Anda dengan memperhatikan “prime-time”, format gratisan atau bedah buku berupa audio/video. gampangnya , bangunlah brand terlebih dahulu.

4. Manfaatkan semua channel yang bisa diolah.

Online dan offline, manfaatkan semampu Anda. Yang offline misalnya pemasaran mulut ke mulut dengan kedok spoiler isi buku, pemanfaatan relasi yang punya pangkat atau kedudukan, obrolan santai sambil ngopi dan masih banyak lagi. Yang online sebagian sudah disebut di poin ke-2. Tambahannya: manfaatkan pula media sosial khusus pembukuan seperti Goodreads, AuthorsDen, Shelfari dan forum-forum internet di bagian buku.

Buatlah akun Anda di sana semenarik mungkin dan realistis. Tentunya Anda harus bisa mengelolanya. Jangan cuma buat lalu ditinggal. Poin ke-4 ini penting banget lho untuk memantapkan citra diri Anda sebagai penulis.

5. Jangan lupakan blog!

Blog itu lebih fleksibel dibandingkan website, terutama jika Anda tak pAndai mengurus website. Link dari blog juga bisa lebih cepat menyebar ke lain-lain tempat. Postingan yang teratur pun akan di-index oleh google dan bing. Sangat membantu untuk menaikkan traffic, viewer dan engagement. Dan jangan lupa untuk aktif berinteraksi di blog orang lain ya! Miliki jaringan dan relasi seluas-luasnya!

6. Gunakan e-book sebagai ajang promosi diri dan buku Anda.

Cara ini terbukti efektif banget untuk memancing pembaca. Untuk kasus di Indonesia, efeknya bisa berkali lipat karena orang-orang disini suka gratisan. Buatlah e-book sebagai spoiler, sebagai pintu gerbang bagi para pembaca. Jadi, yang bagus ya buatnya.

7. Sediakan budget khusus untuk iklan berbayar.

Untuk tahap awal bagusnya sewa jasa admin iklan yang terpercaya supaya iklannya bisa sesuai budget dan tepat sasaran.

Tetap kalem dan tenang saat mendapat kritik, cercaan dan cacian, terutama di internet. Selalu jaga akal Anda ya! Dan teruslah maju berkarya!

8. Teruslah menulis!

Teruslah berkarya, teruslah meningkatkan kapasitas diri. Makin ke depan haruslah makin baik. Maju!!!

9. Berpikir dan bertindaklah positif!

Jangan mengecek hasil penjualan terus-terusan, itu bisa bikin stress. Lakuin aja seminggu atau sebulan sekali. Menjual buku itu butuh kegigihan dan kesabaran. Ada proses ya! Nikmati saja proses itu. Jadi berpikir dan bertindaklah positif! Upgrade diri Anda dan tim Anda setiap hari!

Wednesday, July 31, 2019

MEMAHAMI BUDAYA BISNIS ORANG CINA (2)

Penulis: Yuri Khlystov
Penerjemah: LHS & SS.Mifu
Editor & korektor: Abu Tajir

I. Berbisnis dengan Orang Cina

Seiring perkembangan ekonomi RRC (juga orang Cina rantau di seluruh dunia) yang dahsyat, praktik-praktik bisnis mereka mulai banyak yang selaras dengan praktik bisnis konvensional. Meskipun ada perbedaan bahasa, budaya dan etika dalam bisnis, berbisnis dengan mereka sebenarnya tidaklah rumit.

Dulu, hubungan bisnis dengan mereka (biasanya) hanya bisa dilakukan melalui rekomendasi dari relasi yang sudah dikenal. Namun, sejak adanya akses internet dan beratnya kompetisi bisnis antara mereka sendiri, kontak langsung lewat telepon/video call/WhatsApp bisa diterima.

Pebisnis asing harus memahami seluk-beluk kebudayaan mereka jika ingin bisnisnya lancar. Sebisa mungkin cobalah untuk memahami dan menghargai gaya bisnis mereka; dengan begitu Anda akan membuat mereka terkesan dan balik menghargai Anda.

Bisnis akan berjalan lancar jika Anda menghargai budaya mereka, baik saat bersosialisasi maupun saat berbisnis.

J. Mentalitas Bisnis Orang Cina

Sebelumnya sudah kita bahas bagaimana cara mereka berinteraksi, baik secara verbal atau non-verbal. Sekarang kita akan membahas bagaimana mentalitas bisnis orang mereka.

Orang Cina itu sangat berorientasi bisnis. Bagi mereka, perjanjian sebelum pertemuan (apa saja, terutama bisnis) itu sangat penting. Anda harus mengubungi mereka terlebih dahulu tiap kali Anda ingin bertemu; dan jelas menunggu konfirmasi dari mereka.

Basa-basi sebelum masuk ke pembahasan utama itu penting (bagi mereka) dalam suatu pertemuan. Bagi mereka, orang terpenting dalam suatu kelompok haruslah yang memimpin pertemuan; karena bagi mereka, jabatan dan kedudukan itu sangat penting. Mereka biasanya menganggap orang yang pertama masuk ke dalam tempat pertemuan adalah pemimpin dari kelompok.

Saat memberikan proposal bisnis, ingatlah untuk selalu membawa beberapa rangkap dokumen-dokumen terkait. Selalu jaga sikap Anda selama pertemuan berlangsung. Jika Anda menunjukkan reaksi yang berlebihan atau melakukan sesuatu yang memalukan saat negosiasi berlangsung, Anda bisa merugikan kelompok Anda (juga bisa mengacaukan negosiasi). Menyinggung seseorang di muka umum dan melakukan hal-hal yang tidak pantas (relatif sih) akan memberi kesan bahwa Anda adalah orang yang tidak bisa mengontrol diri.

Mohon dimaklumi ketika pengambilan keputusan (oleh mereka) memakan waktu yang lama; karena mereka itu lebih mementingkan terbinanya hubungan yang baik terlebih dahulu sebelum pengambilan keputusan dilakukan. Biasanya pengambilan keputusan (oleh mereka) tidak terjadi dalam sekali pertemuan; oleh karena itu, pertemuan-pertemuan susulan baiknya diadakan.

Feng Shui dan ramal-meramal itu penting bagi mereka. Banyak dari mereka yang berkonsultasi dahulu kepada seorang Suhu atau menunggu hari baik (hari dimana hokinya bagus) sebelum mengambil keputusan. Hal-hal seperti ini seringkali membuat proses negosiasi berlangsung lama; tapi ya mau bagaimana lagi, itu sudah jadi budaya mereka.

Membangun rasa saling percaya itu memang butuh pengorbanan, dan mereka sangat mementingkan rasa saling percaya itu. Rasa saling percaya itu bisa mengantarkan pada sukses.

K. Menerima dan Memberi Hadiah

Jika Anda berbisnis dengan orang Cina, Anda bisa membuat mereka terkesan dengan memanggil mereka berdasarkan jabatan atau pangkat, menghormati adat mereka, dan memberi mereka hadiah. Mereka sangat menghargai orang yang paham seluk beluk budaya mereka.

Pemberian hadiah adalah hal yang umum dalam budaya bisnis Cina; Ia juga merupakan salah satu “Gei Mian Zi”. Hal ini biasa terjadi di dalam (dan keluar) suatu badan usaha untuk menarik perhatian relasi. Untuk sebagian orang, hal ini dianggap ilegal jika yang diberi hadiah adalah instansi pemerintahan atau pejabat negara. Peraturan resmi pemerintah (RRC) melarang adanya penerimaan hadiah karena tindakan tersebut dianggap sebagai suap. Mereka sudah senang jika Anda setidaknya berterima kasih kepada mereka. Jangan memaksa jika mereka tidak mau diberi hadiah; jadi, peka ya!

Jika Anda bingung ingin saat mau memberi hadiah, Anda bisa memberikan sebuah pulpen berkualitas tinggi. Ia adalah pilihan yang baik karena sangat digemari oleh orang Cina (di RRC, entah di tempat lain). Tapi Anda jangan memberi hadiah (berupa) pulpen yang tintanya berwarna merah; itu karena tinta merah menyimbolkan nasib buruk. Perlu diperhatikan ya, semakin tinggi kedudukan seseorang, maka hadiah yang diberikan baiknya harus lebih mahal pula. Pemberian hadiah yang serupa dengan bawahan mereka sama halnya dengan tidak menghormati kedudukan mereka.

Pada saat makan-makan, Anda bisa memberikan hadiah secara empat mata (pada target) atau memberikannya sambil memberi tahu semua hadirin (jika Anda grogi melakukannya secara empat mata). Jika mereka bertanya ‘untuk apa pemberian ini?’, beritahu mereka pemberian tersebut atas nama badan usaha Anda.

Hadiah tersebut harus dibungkus dan diberikan dengan kedua tangan. Tidak baik (dalam adat mereka) untuk membuka hadiah langsung di hadapan sang pemberi hadiah. Baiknya Anda menunggu sampai negosiasi selesai (baru memberi hadiah), dengan begitu hadiah yang anda berikan tak akan dilihat sebagai penyuapan.

Jika Anda diberi hadiah oleh orang Cina, jangan langsung menerimanya. Berpura-puralah menolaknya tiga kali, lantas terima dengan kedua tangan. Setelah menerimanya, katakan kepada sang pemberi hadiah ‘terima kasih’ dan tunjukkan ekspresi bahwa Anda senang menerimanya.Lakukan hal-hal tersebut agar Anda tidak dipandang sebagai tamak. Bukalah hadiah tersebut setelah negosiasi selesai.

L. Mengapa Pemberian Hadiah Memberi Kesan yang Baik?

Nilai sebuah hadiah harus selaras dengan tingkat bisnis yang dilakukan, yang mana berlaku untuk hadiah antar individu maupun hadiah antar perusahaan. Tapi jangan berikan hadiah yang terlalu mewah. Hal tersebut bisa membuat malu pihak penerima dan membuat keadaan menjadi rumit, terutama jika mereka tidak dapat memberi balik hadiah dengan level yang sama.

Budaya Cina itu penuh dengan simbolisme. Sudah dijelaskan diatas bahwa mereka itu menyukai Feng Shui dan ramal meramal. Warna dan angka tertentu memiliki arti penting. Contohnya, merah adalah warna keberuntungan. Jika Anda memberi hadiah berupa uang baiknya jumlahnya genap, uangnya baru baru dan ditempatkan di amplop berwarna merah.

M. Beberapa angka dan warna yang memiliki arti khusus:

  • Angka 8 adalah angka keberuntungan yang terbaik.
  • Warna hitam, putih dan biru serta angka 4 atau apapun yang berjumlah 4 mempunyai arti kematian dan pemakaman.
  • Jam tangan, sapu tangan dan sendal jerami cocoknya diberikan sebagai hadiah saat pemakaman.
  • Merah muda dan kuning berarti kebahagiaan
  • Pisau, gunting dan benda tajam lainnya berarti ‘merusak hubungan’ dan sering menimbulkan kesan yang salah.

Mintalah bantuan toko hadiah lokal untuk membungkus hadiah Anda, dan tanyakan apakah hadiah yang akan Anda berikan pantas atau tidak. Anda juga dapat meminta bantuan jika tak tahu akan memberikan hadiah apa. Pemilik toko akan menyarankan Anda hadiah yang tepat.

Sumber asli:

https://www.laowaicareer.com/…/understanding-chinese-busin…/

Tuesday, July 30, 2019

MEMAHAMI BUDAYA BISNIS ORANG CINA (1)

Penulis: Yuri Khlystov
Penerjemah: LHS & SS.Mifu
Editor & korektor: Abu Tajir

Budaya-budaya di Barat itu beragam, begitu pula budaya-budaya di Asia; tetapi karena peradaban Cina itu diyakini banyak orang sebagai peradaban tertua, banyak orang beranggapan bahwa budaya-budaya Asia itu dipengaruhi (bahkan dibentuk) oleh budaya Cina.

RRC adalah negara terpadat di dunia (saat ini) dengan jumlah penduduk lebih dari satu miliar orang. Ada juga orang Cina yang tinggal di negara-negara tetangga dan di bagian dunia lainnya. Karena populasinya yangsangat besar, RRC menerapkan aturan ketat mengenai kelahiran anak yang disebut "one child policy"; yakni dimana satu pasangan hanya boleh memiliki satu anak.

Hampir 100 persen populasi disana merupakan etnis (Cina) Han. Orang-orang disana berbicara dengan dialek-dialek yang berbeda tergantung pada wilayah mereka. Namun, hanya ada satu bahasa tertulis, yakni bahasa mandarin yang berasal dari dialek Beijing. Mayoritas orang sana yang berbisnis paham bahasa Inggris; jadi mudah untuk berkomunikasi dengan mereka.

Masalah dalam hubungan bisnis bisa muncul jika pihak-pihak yang terlibat tidak memahami perbedaan budaya antara mereka. Kesepakatan bisnis bisa terancam, atau hubungan kerja yang baik dapat berantakan karena mis-komunikasi.

Komunikasi bisa berupa verbal juga non-verbal. Berkomunikasi tidak hanya sebatas berbicara; isyarat dan gestur tubuh juga merupakan bagian dari komunikasi.

Praktik bisnis orang Cina sangat berbeda dengan praktik bisnis orang Barat. Masing-masing pihak terbiasa dengan budayanya masing-masing. Hambatan bahasa dan budaya dapat dihilangkan jika tiap pihak mengetahui pola dan etika yang berlaku dengan baik di tempat mereka berbisnis.


Berikut ini beberapa tips untuk memperlancar hubungan bisnis Anda dengan memahami gaya komunikasi orang cina:

A. Sapaan

Orang Cina itu punya gaya sapaan yang khas.

Orang Barat terbiasa berjabat tangan saat menyapa, sedangkan orang Cina terbiasa membungkuk atau mengangguk saat menyapa. Anda mungkin akan ditawari jabat tangan (jika Anda orang asing), tetapi baiknya Anda menunggu mereka dulu untuk menawarkan tangan mereka.

Orang Cina itu suka dengan pengenalan formal. Baiknya perhatikan gelar/jabatan resmi. Seringkali mereka menggunakan nama Cina untuk membantu orang asing saat sesi pengenalan. Tepuk tangan adalah hal umum, terutama ketika menyapa orang banyak. Mereka suka tepuk tangan pula sebagai balasannya.

B. Adab

Orang Cina pada umumnya ingin menunjukkan adab dan rasa hormat pada orang lain, karena itu, mereka suka bersikap formal.

Saat menyerahkan dan menerima kartu nama, baiknya dilakukan dengan kedua tangan. Baiknya tidak mencoret-coret di kartu nama. Baiknya membawa kotak khusus untuk kartu nama. Jangan pernah Anda memasukkannya ke dalam dompet atau saku Anda (perlakuan yang terakhir dianggap sebagai sikap tak hormat).

C. Memperhatikan Senioritas

Senioritas itu sangat penting bagi orang Cina; perhatikan ini! terutama saat Anda berurusan dengan pejabat pemerintah dan aparatur negara. Adalah langkah tepat untuk menyapa pihak lain dengan menyebutkan jabatan atau pangkat mereka, daripada menyapa menggunakan Tn. Atau Ny. Misalnya, lebih baik mengatakan "Direktur Yu" daripada mengatakan "Tn. Yu” -jika Anda ingin menarik perhatian mereka-. Mereka menyebut hal ini “Gei Mian Zi”, yakni memberi hormat. Dia dianggap sebagai konsep yang sangat penting di Cina. Anda harus memberikan rasa hormat yang sesuai dengan kedudukan atau pangkat seseorang.

D. Keterlambatan

Orang Amerika akan datang lebih awal atau tepat waktu saat ingin bertemu; itulah cara mereka menunjukkan rasa hormat. Orang Cina juga tidak suka keterlambatan. Tepat waktu itu sangat penting di Cina (juga bagi orang Cina dimanapun); tapi jika mereka terlambat menghadiri pertemuan, itu bukan karena ia menyia-nyiakan waktu pihak lain. Mungkin ada beberapa alasan tertentu, terutama jika alamat tempat pertemuan tidak jelas. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengizinkanmereka pergi terlebih dahulu jika pertemuan telah usai.

E. Penampilan

Orang Cina itu biasanya konservatif untuk masalah penampilan. Untuk pria, mereka biasanya mengenakan setelan dengan warna-warna halus atau netral. Pakaian kasual mereka juga biasanya konservatif. Untuk wanita, blouse lengan pendek dan sepatu ber-hak tinggi baiknya dihindari. Pakaian yang terbuka dianggap tidak sopan oleh banyak pebisnis Cina. Mereka akan menunjukkan wajah tidak senang jika melihat seorang wanitayang tubuhnya terlalu terbuka. Pria dan wanita dapat mengenakan jeans, tetapi tidak biasanya tidak cocok untuk pertemuan bisnis.

F. Gestur

Kita mungkin terbiasa menggoyangkan dan melambaikan tangan saat berbicara. Tetapi bagi orang Cina, mereka tidak terbiasa berbicara sambil menggerakkan tangan. Oleh mereka, itu dianggap mengganggu lawan bicara. Mereka juga tidak menunjuk-menunjuk saat berbicara. Harus diperhatikan! jangan arahkan jari telunjuk saat memberi isyarat, tapi gunakanlah tangan terbuka.

Biasanya mereka juga menunjukkan sopan santun ketika makan. Mereka menganggap perbuatan meletakkan tangan di mulut itu tidak sopan; tapi gunakanlah sumpit.

G. Makan-makan

Orang Cina itu sangat suka makan-makan dan mereka biasa mengadakan negosiasi bisnis sambil makan-makan. Seringkali mereka menggelar pertemuan makan siang atau makan malam sebelum diskusi bisnis (betulan) berlangsung. Mereka sudah biasa menyewa ruangan khusus di suatu restoran besar untuk melaksanakan pertemuan bisnis.

Mereka itu punya kebiasaan khusus untuk pengaturan tempat duduk saat makan-makan bisnis. Dalam hal ini Orang Cina utara lebih formal dari orang Cina selatan. Baiknya tempat duduk tuan rumah dan tamu sudah jelas saat makan-makan berlangsung. Perhatikan juga posisi para hadirin; sesuaikan dengan senioritas dan pangkat. Formalitas itu sangat penting bagi mereka; kapanpun itu, bahkan saat sedang makan-makan. Mengikuti formalitas yang ada berarti menunjukkan rasa hormat.

H. Minuman beralkohol

Hampir di semua pertemuan dengan orang Cina (kecuali Cina muslim), minuman beralkohol disajikan. Entah di acara makan siang atau makan malam; selama acara makan diadakan, minuman beralkohol akan selalu disediakan. Orang-orang dari Cina utara dan barat adalah peminum berat. Sering dianggap tidak sopan jika menolak minum-minum dengan mereka saat lagi makan-makan. Jika Anda tidak tahan pada alkohol, ingin menjaga kesehatan atau pantang meminumnya (bagi muslim jelas khomr itu haram), Anda dapat meminta minuman non-alkohol sebagai gantinya.

sumber asli:

https://www.laowaicareer.com/…/understanding-chinese-busin…/

Saturday, July 27, 2019

10 TIPS UNTUK BERBISNIS DENGAN ORANG CINA

Penulis: Matthew MacLachlan
Penerjemah: LHS
Editor & korektor: Abu Tajir

Cina, adalah bangsa tua yang penuh dengan bermacam tata krama dan upacara adat. Ia adalah bangsa yang kompleks dan warna warni. Memahami berbagai kebiasaan dan budaya bisnis mereka adalah kunci bagi organisasi mana pun yang ingin berhasil di pasar global kini.

Cina yang kami maksud disini adalah Republik Rakyat Cina (RRC).

Meskipun butuh waktu untuk mengenal pasar sebesar dan serumit Cina, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk mengesankan pebisnis Cina. Belajar tentang budaya Cina dan sedikit bahasa mandarin bisa membantu Anda untuk mengesankan pebisnis Cina.

Berikut ini beberapa tips yang kiranya bermanfaat:

1. Tidak semua daerah di RRC itu sama karakteristiknya

Republik Rakyat Cina (RRC) besarnya hampir sama dengan Amerika Serikat; dengan jumlah penduduk hampir empat kali lipatnya. Sama seperti negara-negara besar yang lain, orang-orang disana berbicara menggunakan bermacam bahasa dan dialek (walaupun ada bahasa nasional, yaitu bahasa mandarin). Mereka yang baru pertama kali mengunjungi Cina mungkin terkejut dengan modernitasnya. Namun, perlu diketahui bahwa perkembangan tiap daerahnyaberbeda-beda; yakni daerah pedalaman tidak se-modern kota-kota di daerah timur, khususnya Beijing, Shanghai dan Shenzen.

2. Peka pada isu-isu geopolitik yang sensitif
Hati-hatilah pada yang isu-isu geopolitik yang kontroversial, seperti masalah Taiwan dan Tibet; dimana keduanya diyakini orang RRC sebagai bagian sah dari RRC.

Waspadalah saat menyebut daerah-daerah Cina yang dulunya menjadi koloni asing, contohnya Hong Kong dan Makau. Misal, lebih baik menyebut Hong Kong sebagai ‘Hong Kong SAR', dibanding 'the former British Colony of Hong Kong'.

3. Peka pada citra diri mereka

Waspadalah saat menggunakan istilah-istilah seperti negara berkembang, negara dunia ketiga dll. Mereka punya kebanggaan besar terhadap sejarah panjang dan masa-masa jaya dinasti-dinasti masa lalu.

4. Relasi

Relasi, relasi, dan relasi. Luangkan waktu untuk membangun dan merawat relasi; sebisa mungkin dengan bertemu dan bercakap langsung. Organisasi-organisasi yang terlalu transaksional dan berorientasi pada tugas kurang mendapat kepercayaan dari orang Cina. Mereka sangat mementingkan kenyamanan dengan mitra bisnis mereka. Mereka juga memandang kemitraan ini sebagai investasi jangka panjang.

5. Guanxi

Guanxi (hubungan relasional yang solid) adalah kunci untuk menjalankan bisnis dengan orang Cina; dengan kata lain, bukan apa yang Anda ketahui tetapi juga siapa yang Anda kenal. Pastikan Anda tahu bahwa relasi Anda memiliki jaringan yang tepat untuk melancarkan bisnis Anda. Kembangkan Guanxi Anda sendiri dengan sering-sering berkunjung dan menerima undangan dari relasi (juga calon relasi) untuk bertemu dan berjejaring dengan mereka dan jaringan mereka. Terkadang, ada beberapa organisasi yang menggunakan pihak ketiga untuk menjadi penghubung antara organisasi Anda dan orang Cina (yang ada urusan dengan Anda); mereka dapat menjadi pemecah masalah yang sulit, menanggung beban jika diperlukan dan juga dapat menjadi duta kebudayaan yang baik.

6. Paham kesukaan dan kecenderungan mereka

Profit dan pemahaman medan itu sama pentingnya. Pastikan Anda paham cara-cara pemasaran yang efektif pada orang Cina (khususnya di RRC); Anda juga harus sadar bahwa kecenderungan di tiap tempat itu beda-beda. Misalnya, tawaran produk atau jasa gratis mungkin menarik di beberapa tempat, namun di RRC, hal itu dapat menimbulkan pertanyaan tentang keaslian dan mutunya.

7. Paham kondisi media sosial dan internet

Jangan berasumsi bahwa alat yang Anda gunakan untuk berkomunikasi di rumah Anda akan pasti efektif di RRC. Ketahuilah! banyak media sosial dan situs web lain yang populer di dunia, ternyata diblokir oleh pemerintah RRC. Jadi, penggunaan Facebook, YouTube dan Twitter tidak akan efektif disana.

Meskipun bahasa inggris merupakan bahasa utama untuk bisnis di dunia, baiknya Anda mempertimbangkan kembali bahasa yang mau anda gunakan disa, karena orang-orang disana lebih nyaman menggunakan bahasa mandarin, terutama jika Anda inginmengolah pasar domestik disana.

8. Ingat dan paham hari-hari penting mereka

Meskipun orang Cina dikenal sebagai pekerja keras dan mereka biasanya mengambil jatah liburan lebih sedikit daripada kebanyakan orang, festival-festival dan hari-hari raya Cina itu sangat penting bagi mereka. Perhatikan! migrasi tahunan terbesar di seluruh dunia adalah migrasi orang-orang Cina yang kembali ke kampung dan keluarga mereka saat Imlek (tahun baru Cina).

9. Pahami tata krama pemberian hadiah

Memberi hadiah tampaknya semakin rumit seiring berjalannya waktu; itu dikarenakan makin ketatnya regulasi anti suap dan korupsi. Walaupun begitu, pemberian hadiah tetap menjadi bagian penting dalam berbisnis untuk banyak orang, terutama bagi orang Cina. Pahami keseimbangan antara taat aturan pemerintah dan kepekaan rasa saat memberi hadiah; pahami pula bahwa sejumlah warna, angka, dan beberapa barang itu memiliki arti khusus dalam budaya Cina, dan itu semua dapat mengirim pesan yang salah jika tidak dipilih dengan bijak.

10. Jagalah nama baik seseorang, bagaimanapun situasinya

Jangan frontal saat ada masalah dengan orang Cina.. Kembangkan kemampuan untuk membaca pesan-pesan yang tersembunyi. Belajarlah untuk familiar dengan komunikasi non-verbal. Mereka mungkin punya alasan tersendiri mengapa menunda atau tidak mengungkapkan sesuatu (secara langsung) kepada Anda. Membangun kepercayaan yang dalam itu butuh waktu dan tidak menutup kemungkinan bisa terwujud melalui pihak ketiga.

Terakhir, ingatlah bahwa orang Cina itu lebih suka bekerjasama dengan orang-orang yang mereka kenal baik dan percayai. Bisnis dengan orang Cina itu adalah proyek jangka panjang; dengan potensi untung yang sangat besar.

Sikap saling menghormati dan sabar itu akan meningkatkan peluang sukses dalam berbisnis.

Sumber artikel asli:

https://www.communicaid.com/…/top-10-ways-impress-chinese-…/